Praktek lagi, Prostitusi di Apartemen Kalibata City Digerebek Polisi

0
88

BERITA JAKARTA – Mucikari yang  tertangkap di Apartemen Kalibata City, diduga dibekingi oknum karyawan setempat. Hal itu, diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta  di Polda Metro Jakarta, Rabu (8/8/2018).

Karena itu, pihaknya akan memanggil petugas keamanan Apartemen Kalibata City terkait kasus prostitusi yang melibatkan anak-anak wanita tersebut.

“Kita masih sedang mendalami, tidak menutup kemungkinan ada keterlibatan oknum dari struktur sosial ini sendiri yang terlibat, misalkan Satpam atau RT, tapi nanti ya tunggu pemeriksaan nanti siang,” katanya.

Menurut Nico, kembali mencuatnya praktik prostitusi di Apartemen Kalibata City tersebut akibat  longgarnya sistem keamanan.

Pasalnya, kata dia, polisi kerap menemukan adanya bisnis prostitusi yang dijalani para penghuni di Apartemen tersebut.

Agar kasus ini tak kembali terulang, polisi pun meminta agar masyarakat sekitar termasuk, RT dan RW bisa melaporkan apabila ada kegiatan yang dianggap janggal dari para pengguni Apartemen Kalibata City.

“Nah sistem sosial yang sudah dibentuk nanti akan bekerjasama dengan Polres, Polsek, Polda, sehingga jika ada dugaan tindak pidana bisa segera dilaporkan agar permasalahan tidak berulang lagi,” jelasnya.

Sebab sambungnya, ada pertanyaan di masyarakat kok sudah beberapa kali. “Ini menunjukkan justru sistem sosial ini jalan. Jadi justru kalau tidak ada tindakan, tidak ada laporan diketahui, menurut saya ada sesuatu yang salah,” kata Nico.

Pengungkapan kasus prostitusi anak-anak di bawah umur itu dilakukan setelah polisi menggerebek kamar di Apartemen Kalibata City, Tower Flamboyan, Lantai 21 AH pada Kamis 2 Agustus 2018.

Dari penggerebekan itu, polisi menangkap tiga orang berinisial SBR alias Obay, TM alias Oncom dan RMV yang berperan sebagai mucikari dalam bisnis prostitusi anak-anak di bawah umur.

Selain menangkap para tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa tiga buah telepon genggam, bukti transfer uang dan sejumlah kondom bekas yang sudah terpakai.

“Dalam kasus ini, para mucikari yang ditangkap dijerat Pasal 296 KUHP tentang Tindak Pidana Prostitusi dan Pasal 506 KUHP tentang Penyedia Perbuatan Cabul dengan hukuman satu tahun penjara,” pungkasnya. (Yon)