Presiden Jokowi Jawab Tuduhan Antek Asing dan Aseng

0
94
Presiden Ir. H. Joko Widodo

BERITA BOGOR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menglarifikasi tuduhan yang sudah menjurus kepada fitnah yang dinilainya bisa membahayakan negara yang berkaitan dengan perkataan antek Aseng dan antek Asing.

“Antek asing, bagaimana antek asing?. Yang namanya Blok Mahakam, yang dulu dimiliki Perancis dan Jepang, 100 persen sekarang kita berikan ke Pertamina,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada Pembukaan Pendidikan Kader Ulama (PKU) XII di Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/8/2018) pagi.

Ditegaskan Presiden, bahwa Blok Mahakam yang tadinya dikelola Chevron kini telah diambil alih Pemerintah 100 persen. Selanjutnya, pengelolaannya diberikan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yaitu PT. Pertamina (Persero).

Presiden juga menyebut contoh pengelolaan tambang emas, PT. Freeport Indonesia di Papua yang menurutnya sulit sekali, selama 40 tahun Indonesia hanya diberikan 9,3 persen dan semuanya diam.

“Saya negosiasi, menteri-menteri 3,5 tahun, alot sekali. Jangan dipikir negosisasi seperti itu mudah, sangat alot sekali. Untuk minta, saya sampaikan jangan mundur minta mayoritas 51 persen. Saya sudah sampaikan, jangan mundur. Ditawar 30 persen, enggak. Saya sampaikan 51 persen mayoritas,” ungkap Presiden Jokowi.

Namun, saat sudah tanda tangan yang namanya head of agreement, kesepakatan, Presiden Jokowi mengritisi suara yang muncul yang dinilainya malah jelek semuanya.

“Saya enggak mengerti gimana kita ini sebetulnya. 40 tahun 9 persen pada diam. Begitu ada kesepakatan head of agreement 51 persen tidak didukung penuh,” ucap Presiden Jokowi.

Mestinya tambah Presiden Jokowi, seluruh rakyat mendukung penuh, hingga nanti betul-betul bisa dikelola bangsa ini. “Begitu kok dibilang antek asing,” pungkas Presiden Jokowi. 

Dalam kesempatan itu turut hadir Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Ketua Umum DPP PPP Romahurmuzy.  (DID/ES)