Pengamat: Erick Thohir Bakal Terbebani Kinerja Ekonomi Jokowi 

0
61
Supriyanto

BERITA PONOROGO – Tantangan yang dihadapi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan bakal Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden, Jokowi-Ma’ruf Amin yakni, Erick Thohir yang dikenal sebagai pengusaha muda sukses, tidaklah ringan. Hal itu, dikatakan Praktisi politik asal  Ponorogo, Jawa Timur, Supriyanto.

Dikatakan Supriyanto, Erick Thohir jika dilihat dari latar belakangnya memang memiliki potensi menggaet suara milenial dan kalangan para pengusaha.

“Penunjukan Erick Thohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional, diharapkan mampu mengatur manajerial kampanye Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin disamping bisa memberikan efek elektoral di kalangan pengusaha,” katanya ketika berbincang dengan Beritaekspres.com, Senin (10/9/2018).

Menurut Supriyanto, mantan Ketua DPC PDIP Kabupaten Ponorogo ini mengatakan, sebagai pasangan incumbent mestinya untuk urusan manajerial tidak banyak masalah, seharusnya pasangan ini secara manajerial lebih  mapan, karena didukung banyak partai dan banyak elit nasional disemua bidang yang berpotensi untuk mendukung pasangan ini.  

“Justru menurut pengamatan saya di lapangan, problem besar yang dihadapi Jokowi sekarang ini adalah bagaimana cara untuk meyakinkan masyarakat arus bawah ‘wong cilik’ yang sekarang hidupnya secara ekonomi semakin berat dengan kenaikan harga kebutuhan bahan pokok, dan naiknya beban masyarakat yang harus dibayar seperti pajak, tarif listrik, BBM, gas dan lainya,” ungkapnya.  

Lebih lanjut, dia memaparkan, bahwa problematika ekonomi masyarakat ini semakin diperparah dengan sempitnya lapangan pekerjaan dan menurunnya harga sebagian komoditas hasil pertanian seperti harga tebu, Jahe , kunyit dan lain-lain. 

“Kondisi sosial ekonomi sekarang ini  mempunyai impact terhadap penurunan daya beli masyarakat. Hal ini terlihat dengan semakin merosotnya omset penjualan pada kegiatan perdagangan kecil di masyarakat. Banyak pedagang kecil di pedesaan mengeluh karena sulitnya mencari keuntungan dari usahanya,” papar Supriyanto yang juga mantan Ketua DPRD Kabupaten Ponorogo ini. 

Lebih lanjut Supriyanto, menjelaskan, hasil Pilpres tahun 2014 silam, bahwa pasangan Jokowi-JK memperoleh suara 53,15 prosen, Prabowo-Hatta 46,85 prosen. Pada saat itu Jokowi belum menjadi Presiden, sudah mendapatkan suara 53,15 prosen. Sementara, ketika Jokowi sudah bekerja sebagai Presiden hampir sekitar 4 tahun, ternyata elektabilitas Jokowi yang dirilies beberapa lembaga survei hasilnya hanya berkisar antara  angka 45-50 persen. 

“Pertanyaannya sekarang adalah, bagaimana persepsi masyarakat terhadap kinerja Jokowi?. Jika dikomparasikan antara hasil Pilpres 2014 yang diperoleh Jokowi dengan hasil survei terhadap elektabitas Jokowi sekarang ini, ternyata dapat disimpulkan bahwa masih banyak masyarakat yang merespon secara negatif terhadap kinerja Jokowi,” jelasnya. 

Supriyanto menambahkan, dengan kondisi perekonomian masyarakat saat ini, orang hebat sekaliber Erick Thohir, akan menghadapi kesulitan untuk menyelesaikan sentimen negatif terhadap persoalan ekonomi riel yang dihadapi masyarakat.

“Barang kali  Erick Thohir akan lebih mudah mengelola perusahaannya yang tersebar dibeberapa negara, dibandingkan dengan harus menyelesaikan persepsi negatif terhadap persoalan ekonomi nasional di mata masyarakat kecil dalam kurun waktu kurang lebih 8 bulan ke depan ini,” pungkasnya. (Muh Nurcholis) 

Biro Ponorogo Jawa Timur