Hari Ini, KPK Mulai Periksa Saksi Kasus Suap Proyek Meikarta

0
45

BERITA JAKARTAPenyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memulai pemeriksaan terkait kasus dugaan suap perizinan megah proyek Meikarta terhadap Bupati Bekasi non-aktif, Neneng Hassanah Yasin. KPK memeriksa para tersangka sebagai saksi untuk tersangka lainnya.

“Hari ini, para tersangka mulai diperiksa dalam kasus dugaan suap izin Meikarta. Kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka lain,” terang Juru bicara KPK, Febri Diansyah kepada awak media, Senin (22/10/2018).

Tampak, Neneng Hassanah dan Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bekasi, Neneng Rahmi hadir di KPK. Keduanya tiba di Gedung KPK tanpa memberikan keterangan.

Dalam perkara dugaan suap Meikarta, KPK menetapkan 9 orang tersangka yakni:

Diduga sebagai penerima:

1. Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin
2. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin
3. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahor
4. Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati
5. Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Neneng Rahmi

Diduga sebagai pemberi:

1. Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro
2. Konsultan Lippo Group Taryadi
3. Konsultan Lippo Group Fitra Djaja Purnama
4. Pegawai Lippo Group Henry Jasmen.

Para tersangka itu diduga telah menerima uang Rp7 miliar sebagai bagian dari fee fase pertama dalam pengurusan perizinan proyek Meikarta sebagai produk unggulan bisnis property dari Group Lippo yang bernilai total Rp13 miliar.

Dalam kasus ini, KPK telah menggeledah rumah Neneng Hassanah dan sejumlah lokasi lainnya. Dari rumah Neneng Hassanah, KPK menyita sejumlah dokumen dan uang sekitar Rp100 juta dalam pecahan rupiah dan yuan. (Steve)