Polemik Sampah, Walikota Bekasi Penuhi Undangan Pemprov DKI

0
67

BERITA JAKARTA – Terkait polemik sampah, Walikota Bekasi Rahmat Effendi mendatangi Balai Kota DKI Jakarta, tiba sekitar pukul 11.40 WIB dengan didampangi Camat Bantargebang, Lurah Ciketing Udik, dan Lurah Sumur Batu. Rahmat mengaku kedatangannya, dalam rangka memenuhi undangan dari Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov DKI Jakarta, Saefullah.

“Saya diundang Sekda, Saefullah, mungkin banyak yang akan dibahas, tapi belum tahu apa nantinya yang akan dibahas,” terang Rahmat singkat kepada awak media setibanya di Balai Kota Jakarta, Senin (22/10/2018) siang.

Udangan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI kepada Pemerintah Kota (Pemkot) terkait memanasnya persoalan dalam pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Pemprov DKI Jakarta yang berlokasi di Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Sebelumnya, Pemkot Bekasi menyatakan, Pemprov DKI Jakarta belum mencairkan dana hibah kemitraan tentang pengelolaan sampah. Namun, Pemprov DKI Jakarta mengklaim telah menyelesaikan semua pembayaran tentang dana hibah pengelolaan Sampah.

Polemik soal pengelolaan sampah itu kemudian berlanjut saat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi melakukan penghentian operasional sebanyak 16 truk sampah milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang melintas di wilayahnya, Kota Bekasi, Rabu (17/10/2018) kemarin.

Dalam polemik ini, Gubernur Pemprov DKI Jakarta, Anies Baswedan sempat mengatakan telah memiliki rencana untuk melakukan pertemuan dengan Walikota Bekasi, Rahmat Effendi untuk membahas kisruh sampah antara Pemprov DKI dan Pemkot Bekasi.

Sebaliknya, Rahmat pun sempat meminta agar Anies datang langsung ke lokasi TPST Bantargebang untuk melihat kondisi sekitar. Ajakan itu, menurut Rahmat, penting dilakukan agar Pemprov DKI memahami bahwa dana kemitraaan diperlukan untuk membenahi lokasi TPST yang menurut Rahmat tidak layak. (Steve)