Polemik Sampah, Walikota Bekasi Sebut Ada Miskomunikasi

0
77

BERITA JAKARTAWalikota Bekasi Rahmat Effendi bertemu dengan Gubernur Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Anies Baswedan, membahas persoalan dana hibah terkait pembuangan sampah di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (22/10/2018).

“Terjadi miskomunikasi antara Bekasi dan DKI, tidak ada yang berubah dari kebijakan DKI berkenaan dengan hubungan kedaerahan kemitraan yang dibangun dan juga tanggung jawab terhadap pengelolaan TPST Bantargebang,” terang Rahmat usai pertemuan.

Dari pernyataan langsung Gubernur DKI Jakarta, Rahmat yakin kerja sama yang selama ini dibangun terkait Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang terus belanjut. Hak dan kewajiban kedua pihak disebut akan tetap dipenuhi.

“Jadi, karena saya melihat, mendengar dan langsung ucapan Gubernur DKI, rasanya sangat adem. Ini lah yang sebetulnya kita harapkan, mudah-mudahan kerja sama ini terus kita bangun di bawah kepemimpinan Gubernur Anies,” jelasnya.

Sementara, Anies mengatakan, pertemuan membicarakan kegiatan bersama Jakarta dan Kota Bekasi. Anies juga berharap pertemuan ini semakin mempererat hubungan kedua wilayah.

“Insyaallah ini menjadi awalan yang baik awalan baru bagi kita semua dan kerja sama di antara kita, saling support di antara kita juga menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Terkait proposal usulan dana hibah yang diajukan Pemkot Bekasi, dibenarkan Anies Baswedan. Namun Pemkot Bekasi pada awal pengajuannya tidak memaparkan rincian, sehingga Pemprov kesulitan melakukan telaah.

Diketahui, dana hibah diajukan Pemkot Bekasi diantaranya flyover Rawa Panjang Rp188 miliar, proyek Fly over Cipendawa Rp372 miliar, pembangunan crossing Buaran Rp16 miliar, peningkatan fasilitas penerangan jalan umum Kota Bekasi Rp5 miliar. (Ndi)