Soal Ketua KSP, LKPK: Jangan Pidanakan Masalah Perdata

0
169

BERITA SEMARANG – Sejumlah massa dari LKPK mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Jawa Tengah, Selasa (23/10/2018). Mereka menuntut agar Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Jateng Mandiri, Halim Susanto yang kini tengah dijadikan tersangka atas kasus hilangnya dana nasabah KSP Jateng Mandiri sebesar Rp328 miliar dibebaskan. Selain itu, mereka juga menyuarakan agar kasus perdata jangan dibelokkan menjadi kasus pidana. 

Kepada Beritaekspres.com, Ketua Lembaga Konsultasi dan Perlindungan Konsumen (LKPK), Suprayitno menyampaikan, kasus tersebut dipicu dari kasus koperasi Intidana yang akhirnya meluas ke mana-mana, termasuk ke Koperasi Jateng Mandiri. Sebab, masyarakat yang berhubungan dengan koperasi ada ketidak percayaan sehingga terjadi rush (pengambilan uang secara serentak) sehingga kondisi likuiditas koperasi mengalami kesulitan pembayaran terhadap nasabah atau anggota.

“Meski sudah disepakati melalui PKPU, yang berarti ada penundaan kewajiban pembayaran utang yang sudah disepakati antara anggota dan Halim Susanto, namun di tengah jalan ada yang memblok-up kasus tersebut menjadi pidana. Dengan dialihkannya menjadi pidana otomatis semua asset jaminan disita yang diikuti pembekuan operasional Koperasi dan penahanan terhadap pak Halim. Lantas bagaimana mau mengembalikan kewajibannya sesuai PKPU,” jelasnya.

Kita ingin sambungnya, menyuarakan bahwa ini murni kasus perdata, jangan dibelokkan menjadi kasus pidana. Karena persoalannya jelas tidak ada unsur penggelapan dan penipuan. Namun, ketika dua unsur ini tidak terbukti, maka tidak bisa Ketua Koperasi KSP Halim Susanto diseret ke meja hijau atau persidangan.

“Kini persoalan menjadi agak pelik ketika perdata dibawa ke pidana. Harusnya bisa diselesaikan secara baik-baik, tidak harus melalui hukum seperti ini. Kalau sudah menjadi pidana, ketika pak Halim sudah dihukum kan menjadi repot kewajiban-kewajiban untuk mengembalikannya,” tandas Suprayitno.

Sementara itu, Bambang Mutoha selaku tim penasihat Hukum Halim Santoso mengatakan, hari ini kliennya sudah menjalani tahapan persidangan putusan sela yang membacakan esepsi dari terdakwa dengan tim penasehat hukumnya, namun hasil dari persidangan tersebut ditolak Hakim sehingga pemeriksaan akan dilanjutkan minggu depan.

“Pada persidangan selanjutnya akan ada pembuktian dari dakwaan Jaksa, benar apa tidak nanti dibuktikan di sidang. Kami dari tim penasehat hukum juga akan membuktikan bahwa dakwaan Jaksa ada kurangnya atau tidak benar secara huku, kita akan buktikan semuanya. Intinya kita akan ikuti proses persidangan lebih lanjut,” pungkas Bambang. (Nining)

 

Biro Semarang