Tarkait Pembakaran Bendera Ketum GP Ansor Dipolisikan

0
71

BERITA JAKARTA – Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, dilaporkan ke polisi terkait pembakaran bendera oleh anggota Barisan Serba Guna (Banser) di Garut, Jawa Barat. Yaqut Cholil dilaporkan dengan pasal penodaan agama dan mengganggu ketertiban umum.

“Kita baru baru selesai buat laporan terkait pembakaran bendera yang bertuliskan tauhid kemarin di Garut pada saat perayaan hari hari Santri Nasional,” kata salah satu Anggota LBH Street Lawyer Juanda Eltari di Bareskrim Polri Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Kuasa Hukum Juanda, Sumadi Admaja menjelaskan, pelaporan Yaqut dikarenakan dianggap bertanggungjawab atas anggota Banser yang melakukan pembakaran.

Dikatakan Sumadi, ini bukan untuk pertama kali Banser melakukan kegiatan yang dinilainya aneh. Misalnya saat menolak Ustaz Abdul Somad saat ke Jawa Tengah.

“Di sana sampai batal hanya karena di Banser ini tidak mau ada topi yang bertulisan tauhid, juga ada razia yang dilakukan Banser,” ungkap dia.

Sumadi juga mencontohkan aksi razia yang kerap dilakukan Banser di Cikarang dan pedagang-pedagang bendera tauhid. Hal ini, kata Sumadi, jelas-jelas melanggar Undang-Undang (UU).

“Kali ini, saya berharap semoga polisi berani bertindak mengenakan pasal undang-undang kepada Ormas Banser,” tegasnya.

Menurut Sumadi Banser bukan penegak hukum yang bisa melakukan razia. Selain itu ada indikasi penodaan agama yang dilakukan para Banser pada saat upacara hari Santri, kemarin.

“Kalimat tauhid, saya ini mualaf ya saya ini masuk dari kalimat tauhid dari situ saya pun juga mau mati menyebut nama kalimat-kalimat tauhid,” ucapnya.

“Saya saja sebagai mualaf terluka hatinya apalagi yang dari kecil sudah Islam dan mengenal kalimat tauhid lebih dekat,” imbuhnya.

Pembakaran bendera terjadi saat peringatan Hari Santri Nasional. GP Ansor yang membawahi Banser menyebut bendera yang dibakar adalah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yaitu, Ormas yang dilarang di Indonesia. (Sur)

Sumber: CNN