Ketua DPRD Jateng: Pahlawan Itu Rela Berkorban dan Bertanggung Jawab

0
105

BERITA SEMARANG – Peringatan Hari Pahlawan 2018 sudah semestinya mampu menggugah semangat kepahlawanan seluruh rakyat Indonesia, khususnya bagi kaum muda sebagai generasi penerus bangsa. Namun dengan kondisi kaum muda, remaja dan anak-anak Indonesia saat ini justru lebih mengenal karakter-karakter superhero buatan negara asing dibandingkan kisah-kisah heroik para pahlawan Nasional Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi menyatakan, pahlawan adalah orang yang berbuat baik pada sesama, rela berkorban dan bertanggung jawab. 

Menurutnya, pengertian tersebut masih relevan sampai sekarang ini. Terlebih bila dikaitkan dengan nilai sejarah bangsa. Pahlawan yang telah gugur baik yang tercatat sebagai pahlawan nasional maupun tak dikenal adalah orang-orang yang mendarma baktikan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan bangsa. 

“Mereka tetap pahlawan kusuma bangsa yang telah gugur di medan pertempuran dan yang mengonsep negara ini menjadi negara kesatuan,” ungkap Rukma dalam diskusi Prime Topic Trijaya FM yang bertema ‘Memaknai Pahlawan Bangsa’ yang digelar di HARRIS Hotel Semarang, Senin (12/11/2018). 

Rukma katakan, untuk pahlawan era sekarang ini pun juga demikian. Merekalah, orang-orang yang rela berkorban, memiliki tanggung jawab dan kesadaran sepenuhnya bagi lingkungannya. Dan untuk membumikan nilai-nilai kepahlawanan sekarang ini, anak-anak perlu diberikan tanggung jawab agar selalu berbuat baik.

Kepala Dinas Sosial Jateng, Nur Hadi Armianto menambahkan, bahwa konsep kepahlawanan ada dua pengertian yakni pahlawan secara formal dan informal. 

Pahlawan formal dalam UU No 20/2009 tentang gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan adalah warga negara Indonesia atau seseorang yang berjuang melawan penjajahan di wilayah NKRI yang gugur demi membela bangsa dan negara. Penghargaan diberikan kepada Presiden. Mereka lantas diberi gelar pahlawan nasional.

Sedangkan pahlawan informal adalah orang-orang yang memiliki dedikasi dan sumbangsih tinggi bagi negara. Namun tidak menutup kemungkinan, adalah orang-orang yang berjasa untuk lingkungan sekitar.

Menurutnya, Dinas Sosial memiliki banyak pahlawan-pahlawan informal. Mereka mendedikasikan dirinya secara sukarela seperti membantu di panti jompo maupun di tempat-tempat sosial secara 24 jam. (Nining)

 

Biro Semarang