SMSI dan Kemenpar Gelar FGD Jurnalisme Ramah Pariwisata

0
65

BERITA SEMARANG – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Serikat Media Siber Indonesua (SMSI) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Jurnalisme Ramah Pariwisata Semarang yang digelar di Aston Semarang Hotel, Sabtu (24/11/2018).

Selain dihadiri Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, hadir para narasumber diantaranya, Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Fakih, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Jateng, Urip Sihabudin, Ketua PWI Jateng, Amir Mahmud, dan Ketua DPD Asita Jateng, Joko Suratno.

Ganjar dalam sambutannya menyampaikan, Pemerintah Provinsi tak segan-segan untuk berbenah. Sarana prasarana ditambah, begitu juga hotel, restoran juga ditambah biar semakin lengkap. Ada juga bandara dan pelabuhan.

Pihaknya menargetkan jumlah wisatawan ke Jateng makin meningkat dari tahun ke tahun. “Tahun 2018 ini kami menargetkan kunjungan wisatawan nusantara sebanyak 34.825.055. sedang untuk wisatawan mancanegara kami targetkan sebanyak 435.000, dan tahun 2019 diharapkan makin meningkat,” ungkapnya.

Menurutnya, karena awak media mempunyai kapasitas dan kapabilitas yang menunjang kinerjanya, kami minta awak media terus menjadi ramah pariwisata. “Lakukan terus promosi pariwisata Jateng termasuk Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang mungkin belum dikenal masyarakat,” tandasnya.

Melalui promosi, lanjut dia, adalah menjadi ujung tombak keberhasilan penjualan produk wisata kita. “Kalau beritanya keren dan nendang, tentu bisa mendorong masyarakat untuk tergelitik tahu lebih lanjut,” imbuhnya.

Sementara dari Kemenpar, Guntur, mengatakan bahwa FGD ini baru pertama kali dilakukan di Semarang Jawa Tengah, dan nanti untuk yang kedua akan dilakukan di Lombok pada 1 Desember 2018.

“Tahun 2019 kami akan duet lagi bersama SMSI untuk keliling di daerah-daerah yang ada di Indonesia, dalam tanda petiknya adalah daerah-daerah rawan bencana. Saya bersama teman teman biro komunikasi publik tahun ini merampungkan satu produk buku tentang Standar Operasional Prosedur Penanganan Managemen Proyektif dan SMSI melahirkan satu produk buku pedoman Ramah Bencana,” beber dia.

“Dua produk tersebut akan menjadi amunisi kami di tahun 2019, dari sisi saya nanti akan menginisiasi terbentuknya forum diskusi yang akan merangkul teman-teman jurnalis di daerah untuk mensosialisasikan tentang jurnalisme yang ramah pariwisata,” kata Guntur.

Ketua SMSI Pusat, Auri Jaya menjelaskan, diskusi ini berawal dari keprihatinan kita, karena selama ini pemberitaan bencana di ekspos negatif dan bisa sampai berminggu-minggu, karena memang produk jurnalis kita masih mengedepankan sebuah persoalan. Kalau kita bilang, masih suka menjual kesengsaraan orang. Inilah yang menjadi keprihatinan kita bersama.

Pihaknya berharap diskusi ini dapat memperbaiki model pemberitaan. “Seperti tadi yang sudah disinggung pak Guntur tentang pariwisata di negara Jepang, dimana negara tersebut juga ramah bencana, tetapi saat industri pariwisatanya sedang bergejolak selama berminggu-minggu, mereka tidak terganggu dan kunjungan para turismenya tetap berjalan. Hal inilah mungkin yang harus kita perbaiki,” tuturnya.

“Semoga niat baik yang sudah digagas Kementrian Pariwisata dan SMSI  bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Dalam kegiatan FGD ‘Pencanangan Gerakan Jurnalisme Ramah Pariwisata’ sendiri diikuti oleh para pegiat wisata di Semarang, pengelola perhotelan, para mahasiswa, awak media dan dari dinas terkait. (Nining)

Biro Semarang