Mengintip Sejarah Nama Wisata De Djawatan Banyuwangi

0
488

BERITA BANYUWANGI – Perum Perhutani KPH Banyuwangi Selatan yang berlokasi di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, Jawa Timur, pada era sebelum sembilan puluhan, tempat itu digunakan untuk Tempat Penimbunan Kayu (TPK) hasil hutan.

Sejak tahun dua ribuan TPK Benculuk mulai berkurang isi kayu yang ditaruhkan karena diwilayah selatan sudah dibuka dua TPK yakni, TPK Gaul di Desa Grajagan Kecamatan Purwoharjo dan TPK Ringintelu di Desa Ringintelu Kecamatan Bangorejo.

Kayu dari hutan mereka timbun didua tempat tersebut sebelum laku terjual. Nah, TPK Benculuk biasa disebut masyarakat Tapel Pelas (TP). Sebelum menjadi tempat wisata pada hari sabtu dan minggu selalu rame dikunjungi para pemuda pemudi dari berbagai wilayah di Banyuwangi.

Dalam kunjungan mereka, selain berfoto selfie yang mereka sering unggah ke media sosial (mensos) membuat Tapel Pelas (TP) semakin dikenal di Mensos atau didunia maya. Panorama alam pohon Trembesi itu konon umurnya sudah mencapai ratusan tahun.

Kepada Beritaekspres.com, salah satu staff Polmob Perhutani, Musmulyadi yang juga salah satu penglola wisata “De Djawatan” mengungkapkan, bahwa “De Djawatan” sebelumnya seperti hutan balantara atau hutan rimba.

“Dulu sebelum jadi tempat wisata, De Djawatan ini namanya Tapel Pelas (TP), berfungsi sebagai tempat penimbunan kayu. Setelah sering diunggah kemensos oleh pengunjung tempat ini menjadi ramai. Lalu Perhutani membuka kawasan ini menjadi tempat wisata,” cerita Musmulyani, Selasa (27/11/2018).

Bahkan sambung Mus, lokasi yang luasnya kurang lebih 4,8 hektar ini sebelumnya banyak ditumbuhi rumput alang-alang hingga menyerupai hutan belantara, karena kayu disini sudah mulai kosong.

“Wisata hutan trembesi itu satu-satunya di Jawa Timur bahkan di Indonesia. Selain lokasinya ditengah kota pohon yang ukurannya sangat besar itu ditanam pada masa penjajahan,” jelasnya dilokasi wisata.

De Djawatan tambah Mus, nama wisata yang sebelumnya Tapel Pelas atau dikenal dengan sebutan TP kini menjadi sorotan mata wisatawan baik lokal maupun dari luar pulau. “Kini dalam satu bulan mencapai 12 ribu pengunjung,” pungkasnya. (Rony Subhan)

Biro Banyuwangi