Perjuangkan Keadilan, AJKD Kembali Kawal Anggotanya di PN Demak

0
206
Pengadilan Negeri Demak

BERITA DEMAK – Aspirasi Jasa Konstruksi Demak (AJKD) hari ini kembali mengawal anggotanya yang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Demak, yakni PT Puji Syukur Alhamdulillah yang hari ini dijadwalkan melakukan persidangan ke tiga 3 dengan agenda pembacaan gugatan.

Selaku Koordinator Lapangan, Suwarko menyatakan tidak akan berhenti dalam memperjuangkan keadilan di Kabupaten Demak khususnya yang terjadi pada anggotanya dalam mencari keadilan terkait sidang gugatan perbuatan melawan hukum tentang pekerjaan kontruksi pembangunan Gedung Sanggar Pramuka (lanjutan) Tahun Anggaran 2018.

Pihaknya akan selalu mengawal proses persidangan gugatan. “Sudah saatnnya Kabupaten Demak kita bersihkan dari praktek mafia anggaran dan praktek KKN yang selama ini sudah menggurita, sudah bukan rahasia lagi bahwa praktek pemenang Tender proyek dan penguasa paket pekerjaan adalah kelompok tertentu, padahal semua rekanan dan Asosiasi punya hak yang sama sesuai dengan kemampuan masing-masing.” ungkap Suwarko melalui rilisnya, Kamis (20/12/18).

Dikatakan, praktek pelanggaran demi pelanggaran yang mengarah kepada indikasi tindak pidana korupsi terjadi sebagaimana contoh kecil pada kasus pokok perkara gugatan perbuatan melawan hukum tentang pekerjan kontruksi pembangunan gedung sanggar pramuka (lanjutan) Tahun Anggaran 2018. (yang terindikasi kecurangan dan mengarah pada satu pemenang).

Menurutnya, ancaman atau premanisme yang dilakukan oleh kelompok tertentu yang mencoba menghalang-halangi perjuangannya bukan hanya omong kosong tetapi fakta adanya, hal itu terbukti

“Pada sidang ke dua yang kami kawal terjadi insiden oleh ulah oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab hingga mengakibatkan anggota kami (Istanto-Red) yang tergabung dalam Aspirasi Jasa Konstruksi Demak (AJKD) terpaksa harus opname dua hari di RSUD Kab. Demak,” kata Suwarko.

“Dengan insiden tersebut, kami sudah membuat laporan peristiwa itu pada hari Jumat tanggal 14 Desember 2018 di RESKRIM Polres Demak sepulang Istanto)dari RSUD Kabupaten Demak, Namun sampe hari ini belum ada tindak lanjut dari Polres Demak,” tandasnya.

Menurut dia, ini menjadi tanda tanya besar kenapa proses selalu berhenti dan terkesan sulit dalam pembongkaran Praktek KKN di Kabupaten Demak ? Jika semua sama dihadapan hukum, seharusnya tidak ada istilah tumpul ke atas tajam ke bawah.

“Kami berharap kepada seluruh Aparat Penegak Hukum dari pusat sampai daerah, untuk menjadi perhatian khusus dan salah satu sekala prioritas secara nasional dalam penegakan supremasi hukum.”tandasnya.

Sementara Kapolres Demak, AKBP Arief Bahtiar saat dihubungi awak media mengatakan akan menindaklanjuti laporan masyarakat, tak terkecuali terkait pemukulan yang dilaporkan oleh  Aspirasi Jasa Konstruksi Demak (AJKD beberpa waktu lalu.

“Kami akan tindak lanjuti sesuai proses hukum yang berlaku. Begitupun setiap pelaksanaan persidangan, kami selalu lakukan pengamanan,” tandas Kapolres. (Nining)

 

Biro Semarang