Anggota TNI Tanamkan Cinta Lingkungan Melalui Botol Bekas

0
50

BERITA SEMARANG – Anggota TNI dari Yonif Raider 408/Sbh yang berada di Pos Nananoe Satgas Pamtas RI-RDTL dengan sabar dan telaten mengajarkan dan mengenalkan kreatifitasnya dengan memanfaatkan limbah botol plastik bekas menjadi media tanam kepada anak-anak SD Nananoe Kecamatan Nanaet Duabesi Kabupaten Belu NTT.

Ide tersebut muncul karena banyaknya botol bekas air mineral yang berserakan di pinggir jalan. Selain mengganggu pemandagan, apabila terus dibiarkan akan menjadi sarang nyamuk dan penyakit, apalagi saat ini sedang musim penghujan. Dari sanalah terbesit ide bagaimana bila botol-botol bekas itu dijadikan sebagai media untuk menanamkan bagaimana mencintai lingkungan bagi anak-anak Sekolah Dasar yang tidak jauh dari Pos Nananoe. 

Ide dan gagasan itu langsung disampaikan Danpos Nananoe, Letda Inf Sumito ke Kepala Sekolah SD Nananoe, sekaligus meminta waktu untuk mengisi materi tentang cara memanfaatkan botol bekas menjadi media tanam pada saat jam-jam kosong atau diluar jam pelajaran. 

Kepala Sekolah pun menyetujui rencana Danpos. Demikian pula dengan murid-muridnya, mereka menyambut baik rencana tersebut.

Tanpa membuang-buang waktu, anggota Pos-pun langsung bergegas mengajari anak SD Nananoe tentang bagaimana caranya memanfaatkan limbah botol plastik bekas sebagai media tanam berbagai tanaman hias dan atau sayuran seperti kangkung dan bayam. Anak-anakpun terlihat antusias memperhatikan peragaan yang dilakukan anggota TNI dari Kodam IV/Diponegoro. Dengan berbekal botol bekas, pisau dan tali mereka menyulap botol-botol plastik bekas menjadi pot bunga dan media tanam sesuai dengan kreasi masing-masing. 

“Ini merupakan upaya kami untuk menanamkan kepedulian dan mencintai lingkungan kita sejak dini. Bila sampah botol plastik ini kita manfaatkan seperti ini, selain dapat menciptakan keindahan, kebersihan, kesejukan dan tentunya kesehatan serta kelestarian lingkungan”, ungkap Letda Sumito dalam rilisnya, Rabu (16/1/2019).

Sementara kepala sekolah dan guru-guru pun mengucapkan terima kasih dan merasa senang karena murid mereka menjadi semakin paham dan mengerti tentang arti menjaga kelestarian dan kesehatan lingkungan. Mereka berharap, kedepan akan ada lagi inovasi, ide dan gagasan yang lebih kreatif lagi untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anak-anak di perbatasan. (Nining)

Biro Semarang