Kuasa Hukum Jema’ah, Martin: Gugatan Balik Adhy Tour Travel Lucu

0
11
Martin Iskandar

BERITA BEKASI – Kuasa hukum korban jema’ah umroh PT. Adhy Tour Travel menilai bahwa gugatan Yanthy Irianty Firdaus pemilik Travel ke Pengadilan Negeri (PN) Bekasi, lucu dan tidak masuk akal sehat. Pasalnya, wanprestasi atau ingkar janji yang dimaksud itu melekat pada Adhy Tour Travel sendiri, bukan para jema’ah yang tidak pernah berangkat hingga sekarang dan tanpa kejelasan.

“Gugatan itukan mereka daftarkan setelah para korban jema’ah umroh mempolisikan pihak Adhy Tour Travel. Kenapa saya bilang lucu dan tidak masuk akal sehat, karena yang sudah lunas aja ngak berangkat-berangkat bagaimana dengan yang lain, tentunya jadi ragu dan mereka menunggu kepastian, bukan wanprestasi,” kata Martin kepada Beritaekspres.com, Rabu (23/1/2019).

Selain itu sambung Martin, ada jema’ah umroh yang menunggu janji akan diberangkatkan pihak Adhy Tour Travel sejak tahun 2012 dan hingga persoalannya dilaporkan ke Polres Metro Bekasi Kota pun tak kunjung juga berangkatkan.

“6 tahun menunggu tanpa ada kejelasan dari pihak Adhy Tour Travel kira-kira masuk akal ngak?. Kalau ngak jelas bagaimana mereka yang masih kurang mau melunasi. Lalu kekurangannya, dianggap sebagai wanprestasi. Saya balik bertanya, bagaimana dengan yang sudah lunas juga tak kunjung berangkat?,” sindir Martin.

Menurut Martin, langkah pihak Adhy Tour Travel melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Bekasi melalui kuasa hukumnya, Bambang Sunaryo, merupakan langkah yang mengada-ngada yang berusaha untuk mengimbangi laporan polisi para jema’ah umroh di Polres Metro Bekasi Kota. Terutama padangan publik yang sempat menyoroti persoalan dugaan penipuan jema’ah umroh ini.

“Silahkan aja mereka melayangkan gugatan ke Pengadilan itu haknya, tapi nanti jika sudah berjalan kita akan berikan jawaban tentang persoalan ini. Warga Bandung, Tati Sunaryati, uangnya total Rp21 juta sudah dikembalikan pihak Adhy Tour Travel seminggu setelah dipolisikan,” ungkap Martin.

Sampai saat ini lanjut Martin, Yanthy Irianty Firdaus pemilik Adhy Tour Travel belum pernah datang secara langsung memenuhi panggilan Polres Metro Bekasi Kota melainkan kuasa hukumnya yang datang mewakili. Oleh karena itu, ia berharap kepada penyidik Polres Metro Bekasi Kota serius menanggani kasus yang merugikan banyak orang itu.

“Laporan masuk sejak 19 Juni 2018 lalu dan hingga kini belum ada perkembangan lebih lanjut dari pihak penyidik. Nah, sekarang terlapor malah mendaftarkan gugatan balik kepada para korban jema’ah umroh dimana keadilan bagi para korban yang ingin ibadah malah ngak jadi ibadah uang mendem sekarang malah didugat,” pungkasnya. (Indra/Ndi)