Polisi Bekuk 6 Pelaku Pengoplos Tabung Gas Elpiji di Jaktim

0
12

BERITA JAKARTA – Jajaran Ditkrimsus Polda Metro Jaya (PMJ) meringkus 6 tersangka pengoplos tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram ke tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram.

Ke-6 tersangka yakni, ADN, LA, RSM, KND, KSN dan YEP ditangkap berdasarkan laporan masyarakat yang resah karena adanya dugaan kecurangan yang dilakukan sejumlah oknum agen gas elpiji tersebut.

“Gas elpiji merupakan kebutuhan pokok tentunya masyarakat langsung membeli saja. Dan kita ngak tau bahwa disitu ada pelanggaran pidana. Tabung 3 kg dimasukkan ke 12 kg,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Kawasan Jalan Mabes TNI Delta 5, Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (22/1/2019).

Dilanjutkan Argo, ada 4 laporan terkait kasus pengoplosan gas elpiji tersebut. Kasus ini pun dinamakan oplosan dokter. Sebab, pengoplosan gas elpiji dilakukan dengan cara menggunakan alat bantu berupa pipa regulator yang berfungsi memindahkam isi dari tabung gas elpiji 3 kg ke tabung gas kosong berukuran 12 kg. “Jadi ini dinamakan oplosan dimana dilakukan dengan cara menyuntik seperti dokter,” jelas Argo.

Lebih lanjut Kasubdit III Sumdaling Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Ganis Setyaningrum menerangkan, satu tabung gas elpiji 12 kg diisi dengan gas yang berasal dari empat tabung gas elpiji 3 kg. Kemudian, gas elpiji 12 kg ini pun dijual lebih murah, yakni Rp135 ribu. Padahal biasanya, harga gas elpiji 12 kg dijual seharga Rp165 ribu.

“Mereka jual di pasaran seharga Rp135 ribu sampai Rp150 ribu, keuntungan mereka untuk satu gas ini Rp65 ribu hingga Rp75 ribu. Makanya mereka sangat tergiur dengan keuntungan yang cukup besar tersebut,” ujar  Ganis.

Ke-6 tersangka tersebut melancarkan aksinya di rumah yang berlokasi di Kawasan Jalan Mabes TNI Delta 5 Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur. Tersangka ini sudah menjalankan aksinya sejak satu tahun belakangan.

Sementara itu, tersangka ADN dan LA, baru tiga bulan bergabung dengan komplotan tersebut. Ia mengungkapkan kalau gas elpiji hasil oplosan komplotan dijual di toko kelontong sekitar Jakarta.

“Ke-6 tersangkan ini dikenakan dengan Pasal 62 ayat 1 UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pasal 32 ayat 2 UU No. 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal dan terancam hukuman paling lama lima tahun penjara,” pungkasnya. (Yon)