Sidang Meikarta, Rp1 Miliar Bagi-Bagi di DPMPTST Kabupaten Bekasi

0
10
Ruang Sidang Tipikor Bandung

BERITA BANDUNG – Hari ini, sidang lanjutan kasus suap perizinan megah proyek Meikarta menghadirkan delapan orang saksi diruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kelas 1 Khusus, Bandung, Jawa Barat, Rabu, (23/1/2019) Siang.

Delapan orang saksi tersebut yakni, Dewi Trisnawati, Charwinda, Deni Mulyadi, Sukmawati, Suhup, dan 3 staf lainnya dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi.

Jaksa KPK, I Wayan Riyana sempat membeberkan pada Majelis Hakim bahwa keterangan Dewi Trisnawati dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sering berubah.

“Keterangan saksi Dewi ini sudah tiga kali berubah-ubah dalam BAP soal kronologis pemberian uang dari Meikarta. BAP yang berubah yaitu pertama BAP No.13, BAP 26 dan perubahan lagi di BAP No.44 44,” tegas Jaksa.

I Wayan pun, terus mencecar Dewi soal uang Rp1 Miliar dari Meikarta yang sudah diterimanya yang kemudian dibagi-bagikannya kepada anakbuahnya.

“Ada pesan WA dari Kasimin, ada telpon dari pak Fitra Meikarta. Ketua di Lippo bu. Kemudian saksi menjawab WA tersebut dengan menjawab, ‘Prinsip hati-hati’. Maksudnya apa ini ‘prinsip hati-hati’ atau bagaimana,” tegas Jaksa KPK lagi.

Dengan suara pelan, Dewi menjelaskan kalimat ‘prinsip hati-hati’ ‘maksudnya jangan ceroboh. “Ya Jangan ceroboh aja pak,” jawab Dewi dengan suara lirih dihadapan Majelis Hakim.

Namun, dalam BAP Nomor 44 ada perubahan lagi bahwa sekitar bulan Juli-Agustus 2018 Sukmawati melaporkan bahwa pimpinan Meikarta sudah beres sesuai prosedur dan aman.

“Titipan uang (Rp1 Miliar) dari Pak Fitra sudah diterima. Uang itu ada di dalam mobil,” pungkas Jaksa tanpa dibantah Dewi Trisnawati.

Hingga berita ini diturunkan, persidangan kasus suap perizinan Meikarta yang menghadirkan delapan orang saksi masih terus bergulir. (Mul)

Biro Kabupaten Bekasi