Pemkot Medan Dapat Kiriman Karangan Bunga Kota Terjorok

0
17

BERITA MEDAN – Predikat yang disandang Pemerintah Kota (Pemkot) Medan, Sumatera Utara itu, berdasarkan dari hasil penilaian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam sistem pengelolaan sampah. Atas julukan itu,  Walikota Medan, Dzulmi Eldin mendapat ucapan selamat lewat papan bunga. Karangan bunga itu terpampang jelas didepan kantor Walikota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis, Rabu (23/1/2019).

Ironisnya, tidak diketahui siapa si pengirim papan bunga tersebut. Namun papan bunga diletakkan tidak begitu lama. Sebab dilarang petugas Satpol PP Kota Medan yang bertugas di Balai Kota.

Hanya saja papan bunga tersebut sempat dipoto kalangan awak media yang bertuliskan “Selamat Sukses Kepada Walikota Medan Atas Penghargaan Kota Terjorok bagi Kota Medan Tahun 2019. Semoga Bapak Sehat Selalu. Sayangi Medan.”

Fenomena yang belum pernah terjadi dilingkungan Pemerintah Kota Medan itu, memantik reaksi dari kalangan Anggota DPRD Medan. Anggota DPRD fraksi PDIP Medan Wong Chun Sen mengatakan, Pemkot Medan sudah seharusnya berbenah diri.

“Salah satunya, menyediakan tong-tong sampah di tempat yang layak dan memanfaatkan truk-truk sampah yang dapat memisahkan sampah organik dan non organik. Truk-truk itu perlu diberdayakan lagi,” katanya.

Sementara itu, salah seorang awak media sempat mengirimkan foto karangan bunga ucapan selamat kepada Walikota Medan kepada Sekretaris Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Medan Zulfakhri Ahmadi melalui pesan WhatsApp.

“Tiba-tiba banyak orang memberi komentar negatif tentang kebersihan kota ini. Ini karena kepedulian atau hanya sebatas cari kambing hitam tanpa melihat kondisi sebenarnya,” balas Zulfakhri.

Zulfakhri menambahkan, tidak ada kategori kota terkotor yang dikeluarkan resmi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Tapi hanya daftar kota yang mendapat penilaian rendah karena pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang belum sesuai dengan ketentuan KLHK.

“Sebab Kota Medan masih menggunakan sistem open dumping yang seharusnya sistem sanitary landfill,” pungkasnya.  (Roy)

Biro Kota Medan