Reni Hendrawati Resmi Dilantik Jadi Sekda Kota Bekasi

0
118
Reni Hendrawati

BERITA BEKASI – Selama rentan waktu selama empat bulan kursi orang nomor tiga di Kota Bekasi diemban Widodo Indrijantoro sebagai Penjabat Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, terhitung sejak 13 September 2019. Kini posisi jabatan setrategis tersebut diduduki, Reny Hendrawati yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Bekasi. 

“Proses seleksi sudah dilakukan Panitia Seleksi (Pansel) yang kemudian diserah kepada tim. Begitu selesai, saya pilih dengan teliti dan hati-hari,” kata Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, disela pelantikan Sekda Kota Bekasi yang sebelumnya dijabat Rayendra Sukarmadji atau biasa disapa kang Roy, Rabu (23/1/2019).

Kebijakan politik yang diambil ini lanjut Rahmat, agar roda Pemerintahan Kota Bekasi berjalan dinamis serta mampu membukan ruang mainset yang harus cepat tanggap juga mampu beradaptasi guna meningkatkan kinerja organisasi pemerintahan yang ada.

“Sayapun tidak ingin menjadi orang bodoh, karena jika dilihat dari kondisi loyalitas yang ada, akan tetapi harus dilihat juga pertumbuhan serta kemampuan dalam mengelola administrasi dan harus mampu memiliki kamampuan baik administrasi perdata maupun pidana,” jelas Rahmat.

Dengan dilantiknya Sekda definitip, Rahmat berharap agar para pejabat Eselon II lainnya dapat dikoordinir seroang Sekda yang dalam kepangkatan dalam sebuah perusahaan sama dengan Presiden Direktur. “Sekda ini ibarat Presdir, hanya ini dalam lembaga Pemerintahan Kota Bekasi,” ujarnya.

“Para Dirut atau Kepala SKPD menyampaikan proses tanggung jawab berkenaan pembangunan pelaksanaan hingga pengendalian. Dan Sekda, bersama SKPD bertanggung jawab kepada Walikota,” terang Rahmat.

Bahkan Rahmat berharap, apa yang selama ini keluar dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK-RI) dapat berubah dari hasil sebelumnya, termasuk mainset Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Pemkot Bekasi.

“Kan setiap audit yang keluar itu lagi itu lagi. Oleh karena itu, semua komisaris ini ditugaskan untuk membangun Kota Bekasi,” jelasnya lagi.

Selama kurang lebih 20 tahun sambung Rahmat, saya bergaul, mungkin saat itu belum ada yang jadi PNS, tapi sekarang menempati posisi jabatan, termasuk Sekda, yang saya tahu sejak masih piyek. Jadi tolong pelajari betul penempatan pejabat yang dilantik.

“Keputusan saya melantik Sekda (Reni Hendrawati) setelah dilihat dari berbagai aspek dan ruang dan itu saya lihat langsung bagaimana kinerja yang ada. Dan ini keputusan politik saya selaku Kepala Daerah,” tegas Rahmat.

Diantara pilihan saya lanjut Rahmat, yang memutuskan politk, saya mungkin kalau saja pak Rayendra masih bisa atau belum pensiun, saya masih inginkan dia jadi Sekda,” tambahnya.

Namun demikian, Rahmat meyakini jika para pemangku jabatan mampu mengemban amanah agar dapat menjadi sebuah produk ASN yang handal dan berkualitas dalam menentukan langkah kebijakan yang pro rakyat.

“Bangku Kepala Dinas apalagi Sekertaris, itu harus mampu menjalani tugas dengan tanggung jawab. Apalagi Sekertaris, harus mampu mengelola administrasi dan mensinergiskan tugas jabatan dalam ruang lingkup unit yang ada,” ulasnya.

“Bayangkan jika Sekertarisnya lemot, tidak bisa berpikir bagaimana pola pikir yang dinamis, matilah organisasi itu,” sindir Rahmat. “Itulah birokrasi dinamis dengan pola pikir ting out the box,” pungkas Rahmat mengakhiri. (Ndi)