Pangdam IV Beberkan Kesiapan Kodam Hadapi Pemilu 2019

0
12

BERITA SEMARANG – Kodam IV Diponegoro siap sukseskan penyelenggaraan Pemilu 2019. Dengan personel, fasilitas, sarana dan prasarana yang dimiliki, Kodam siap membantu penyelenggara Pemilu agar berjalan lancar. Kodam juga siap membantu aparat Kepolisian untuk mengamankan jalannya Pemilu, sehingga berjalan tertib, aman dan sukses. 

Demikian disampaikan Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Mochamad Effendi mengawali dialog interaktif Memilih Itu Juara yang bertema ‘Mensukseskan Pemilu 2019’ yang berlangsung di Auditorium RRI Semarang, Jum’at (25/1/2019).

Selain Pangdam IV, hadir Kepala LPP RRI Semarang Drs. H. Anhar Achmad, Ketua KPID Jateng Budi Setyo Purnomo, Ketua KPU Jateng, Yulianto Prabowo, Ketua Bawaslu Jateng, Fajar SAKA dan Ketua PWI Jateng, Amir Mahmud.

Pangdam tegaskan, Kodam IV Diponegoro akan all out untuk membantu penyelenggara Pemilu, tetapi tidak untuk peserta Pemilu. Kodam akan bekerja secara maksimal dengan mengerahkan segala sumber daya yang dimiliki baik personil, materiil, maupun sumber daya lainnya dalam rangka mensukseskan dan mengamankan Pemilu 2019. 

‘Bila KPU kesulitan dalam pendistribusian logistik, kami siap membantu baik personel, materiil, sarana dan prasarana lain. Asal untuk penyelenggara Pemilu kami siap, tapi bila untuk peserta Pemilu sangat dilarang,” ujarnya.

Dikatakannya, bahwa Kodam IV Diponegoro sudah menyiagakan pasukannya yang setiap saat siap untuk dikerahkan guna membantu aparat Kepolisian. “Pasukan sudah kita siapkan, dan kami selalu memonitor perkembangan situasi, sewaktu-waktu dibutuhkan kami siap,” tandasnya.

Terkait sinergitas, Kodam IV Diponegoro dan Polda selalu bersinergi dan bersama-sama dalam memetakan kondisi wilayah. Pada dasarnya seluruh wilayah memiliki potensi kerawanan, walaupun dengan kualitas maupun intensitas yang berbeda, sehingga harus selalu bersinergi, siap menghadapi semua kemungkinan yang terjadi.

“TNI-Polri melalui satuan dan aparat kewilayahan selalu bersinergi dengan melakukan kegiatan bersama, seperti dialog-dialog dan kegiatan lain,” kata Pangdam.

Diungkapkannya, Babinsa sebagai prajurit yang bersentuhan langsung dengan masyarakat bersama Babinkamtibmas harus bisa menciptakan kesejukkan di masyarakat. Dan prajurit Diponegoro akan memegang teguh netralitas TNI, tidak ada toleransi bagi anggota yang melanggar.

“Apabila masyarakat menemukan prajurit yang tidak netral, bisa langsung melaporkan kepada saya atau satuan terdekat, pasti akan kita tanggapi dan akan kita tindaklanjuti dengan pemberian sanksi hingga pemecatan,” tegas dia. (Nining)

Biro Semarang