Tepis Ancaman ARRSI, 32 RS Swasta Kota Bekasi Ajukan Perpanjang KS

0
29

BERITA BEKASI – Masyarakat Kota Bekasi jangan kwatir untuk tetap mendapatkan layanan dasar jaminan kesehatan melalui program Kartu Sehat Berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK) tahun 2019. Pasalnya, dari 43 Rumah Sakit (RS) Swasta se-Kota Bekasi, sudah 32 RS Swasta yang mengajukan perpanjangan kerjasama KS tahun 2019.

“Dari 43 RS Swasta yang ada di Kota Bekasi, sudah 32 yang mengajukan ingin perpanjang kerjasama dengan Pemerintah Kota Bekasi terkait program KS, termasuk RS OMNI Pekayon yang baru,” terang Walikota Bekasi, Rahmat Effendi ketika dihubungi Beritaekspres.com, Jumat, (27/1/2019).  

Dijelaskan Rahmat, dari daftar 32 RS Swasta yang sementara sudah mengajukan perpanjangan kerjasama program KS, masih akan dilakukan evaluasi terkait ketersediaannya dalam melayani pasien pemegang kartu jaminan kesehatan (KS) dari Pemerintah Kota Bekasi.

“Dari 32 RS Swasta yang sudah mengajukan perpanjangan kerjasama KS ini masih akan dilakukan evaluasi dari pelayanan-pelayanan pasien KS sebelumnya. Sebab, RS Swasta inikan sebelumnya sudah bekerjasama dengan kita,” ungkap Rahmat.

Tujuannya evaluasi itu, lanjut Rahmat, kita ingin RS Swasta yang ada di Kota Bekasi ini, benar-benar mau melayani warga Kota Bekasi sebagai pasien pemegang Kartu Bekasi Sehat atau KS dari Pemerintah Kota Bekasi.

“Jadi, jangan ada lagi ketika kerjasama program KS itu berjalan beredar kabar muncul ke publik ada RS Swasta di Kota Bekasi yang menolak atau mempersulit dan sebagainya pasien pemegang KS. Kita ngak mau lagi dengar itu,” tegas Rahmat.

Dikatakan Rahmat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi bertanggungjawab sepenuhnya atas pembiayaan kerjasama program KS dengan pihak RS Swasta yang di Kota Bekasi. Kalaupun ada sedikit persoalan kata Rahmat, pada kerjasama sebelumnya itu merupakan persoalan teknis karena sempat transisi kepemerintahan.

“Dalam perjalanan sebuah Negara tentunya tidak selamanya berjalan mulus pasti banyak tantangan dan persoalan. Indonesia pun sebagai Negara besar juga pernah mengalami krisis dan bahkan banyak Negara besar yang terpuruk,” jelasnya.

Namun yang terpenting lanjut Rahmat, bagi kita, warga atau masyarakat Kota Bekasi dapat terlayani haknya dengan baik karena bersama rakyat kita bangkit dan semangat bekerja yakin kita mampu. “Jadi adapun kewajiban Pemkot Bekasi kepada mitra program Pemerintah untuk masyarakat, tetap akan dipertanggungjawabkan,” ulas Rahmat.

Rahmat pun berharap, kepada semua RS Swasta yang ada di Kota Bekasi untuk tetap konsisten mendukung program Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Bekasi yang ingin memenuhi pelayanan dasar kesehatan bagi warganya.

Kedepan tambah Rahmat, Pemkot Bekasi mulai akan mematangkan perencanaan agar program KS dapat berjalan lancar demi membantu masyarakat dalam bidang kesehatan guna membantu meringankan beban terutama bagi masyarakat ekonomi lemah.

“Untuk persiapan KS NIK, Pemerintah Kota Bekasi juga akan menyiapkan 3 Unit RSUD Type D yang insya Allah 2019 mendatang sudah bisa dimanfaatkan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, 36 RS Swasta yang tergabung dalam Anggota Rumah Sakit Swasta (ARSSI) Kota Bekasi, bersepakat tidak akan melanjutkan kerjasama Jamkesda atau yang dikenal dengan Kartu Bekasi Sehat untuk tahun 2019 dengan alasan bahwa Pemkot Bekasi belum menyelesaikan tagihannya. (Adv/Ndi)