Terkait Kasus Korupsi, AJKD Gelar Audensi Dengan KPK

0
23

BERITA DEMAK – Aspirasi Jasa Kontruksi Kabupaten Demak (AJKD) baru-baru ini melakukan audiensi dan dialog dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, tepatnya pada Jum’at (25/1/2019).

Pada audensi tersebut diikuti oleh 15 orang perwakilan anggota AJKD yang diterima DUMAS dan dilanjutkan ke penindakan KPK agar segera diselesaikannya kasus-kasus korupsi di Kabupaten Demak, seperti kasus kecurangan LPSE, praktek suap suksesi proyek, dan lain-lain.

“Kasus pokok perkara gugatan perbuatan melawan hukum tentang pekerjaan konstruksi pembangunan Gedung Sanggar Pramuka (lanjutan) tahun anggaran 2018, adalah salah satu kasus yang terbongkar atau yang terkuak yang hari ini masih dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Kabupaten Demak, dimana dalam putusan sela esepsi para tergugat telah ditolak oleh Majelis. Dan untuk sidang selanjutnya yaitu penyampaian barang bukti dan saksi,” ujar  Koordinator Lapangan AJKD, Suwarko kepada awak media, Minggu (27/1/2019).  

Menurutnya, masih banyak kasus-kasus lain yang belum terkuak dan terbongkar, tentunya hal ini menjadi fokus aparat penegak hukum dalam memberantas sekaligus membersihkan praktek-praktek KKN (korupsi, kolusi, nepotisme) di Kabupaten Demak.

“AJKD bukan kaleng-kaleng (tidak main-main), kami serius menyuarakan serta mengawal kebenaran dan keadilan dalam pemberantasan kasus korupsi yang menggurita di Kabupaten Demak,” tegas Suwarko.  

“Dalam kesempatan tersebut kami juga menyampaikan kasus-kasus di daerah Demak yang banyak terkesan ditangani lambat/bertele-tele dibeberapa instansi/lembaga Negara penegak hukum Kabupaten Demak,” imbuhnya.

Pada saat audensi, pihaknya juga menyampaikan terkait praktek premanisme dan teror yang terjadi pada anggota AJKD dalam mengawal sidang kasus pokok perkara gugatan perbuatan melawan hukum tentang pekerjaan konstruksi pembangunan Gedung Sanggar Pramuka (lanjutan) tahun anggaran 2018. 

“Kami AJKD Demak meminta kepada Kapolri dan Kejaksaan Agung untuk ikut memberi dorongan kepada lembaga-lembaganya di daerah (Kabupaten Demak) untuk mengawal dan membantu proses penanganan kasus-kasus korupsi di Demak yang sulit dibongkar. Kami tidak gentar dan tidak akan berhenti sebelum kasus korupsi di Kabupaten Demak disapu bersih dan hilang,” tandas Suwarko.

“Kami juga berharap adanya tatanan yang sehat dalam persaingan pekerjaan, yang tidak dikuasai dan dimonopoli oleh kelompok tertentu sebagaimana terjadi selama ini,” pungkas dia. (Nining)

 

Biro Semarang