Satgas BNNP Jateng Berhasil Bekuk Pelaku TPPU Narkotika

0
83
Satgas BNNP Jateng

BERITA SEMARANG – Satuan Tugas (Satgas) TPPU Narkotika BNNP Jawa Tengah, berhasil menangkap seseorang yang diduga sebagai pelaku Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) narkotika atas nama Deden Wahyudi alias Dandi Kosasih alias Raditya di Kantor Unit Lempuyangan, Gondokusuman, Kota Jogjakarta. Tersangka diamankan saat akan melakukan transaksi perbankan pada 23 Januari 2019 lalu.

Selanjutnya, Satgas melakukan penggeledahan di rumah kos tersangka yang beralamat di Rumah Kos No.619 RT31/RW09, Kelurahan Bausasran, Kecamatan Danurejan, Kota Yogyakarta.

Dalam penggeledahan tersebut Satgas berhasil menyita uang tunai sebanyak Rp1.553.000.000 dan pecahan SGD 53.000 (kurs Rp10.400) senilai Rp553.280.000, total uang yg disita Rp2.106.280.000.

Satgas TPPU Narkotika BNNP Jateng berkoordinasi dengan Direktorat TPPU BNN melakukan pemblokiran rekening BCA, BNI, BRI dan Mandiri yang di dalamnya terdapat tabungan sejumlah Rp2.705.754.003. Sehingga total yang disita sementara mencapai Rp4.812.034.003.

Selain dalam bentuk uang Satgas juga menyita 2 unit kendaraan roda dua yakni Honda CBR 150 CC tahun 2018, 1 Unit Honda Scoopy tahun 2018 dan 2 unit televisi layar datar yang kuat diduga dibeli dari uang narkotika.

Selain itu, diamankan pula beberapa buku tabungan serta beberapa identitas diri ganda atau palsu berupa KTP, SIM dan surat keterangan KTP elektronik.

Dalam kesempatan itu, Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Muhammad Nur mengatakan, Deden Wahyudi merupakan TPPU Narkotika kelompok Banjarmasin yang merupakan jaringan dari sindikat besar Cristian Jaya Kusuma alias Sancai.

“Sancai merupakan Napi narkotika yang berkali-kali melakukan tindak pidana narkotika yang saat ini sedang menghuni Lapas Super Maksimum Security (SMS) Batu Nusakambangan dengan total vonis 24 tahun penjara,” terang Muhamad Nur di Kantor BNNP Jateng, Senin (4/2/2019).

Dikatakan, tahun 2018 TPPU jaringan Sancai sudah diungkap BNNP Jateng yang saat itu melibatkan Ka Rutan Purworejo, Cahyono Adi Satriyanto. Dan Januari 2019 Direktorat TPPU BNN juga menangani perkara TPPU Narkotika jaringan Sancai dengan tersangka Kokok Wahyudi (masih proses penyidikan).

“Dalam operasinya Deden dikendalikan oleh seseorang bernama Reza yg mempunyai identitas ganda, yaitu atas nama Alfian, Alfian Suwanto, dan Agus Ramadan. Saat ini Reza masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” tandasnya.

Tersangka dikenakan Pasal 3 subsider  Pasal 4 lebih subsider Pasal 5 ayat (1) lebih subsider Pasal 10 jo Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 UU RI No.8 tahun 2010 tentang TPPU.

“Jaringan ini menggunakan modus baru yang tergolong sulit dilacak yakni dengan membuat surat keterangan KTP elektronik, KTP serta KK palsu untuk membuka rekening di sejumlah bank,” ujarnya.

Ditambahkannya, jaringan ini cukup berbahaya karena terbukti berhasil mengelabuhi sejumlah bank nasional untuk membuka rekening dengan identitas palsu untuk bertransaksi narkotika dalam jumlah besar. (Nining)

Biro Semarang