Pengacara Korban Adhy Tour: Mereka Gugat, Mereka Ngak Hadir

0
24
Martin Iskandar

BERITA BEKASI – Dugaan penipuan biro perjalanan umroh PT. Adhy Tour dengan para korban jema’ah umroh masih terus bergulir. Laporan polisi dari para jema’ah ke Polres Metro Bekasi Kota, kini berbalik cerita. Pasalnya, pihak PT. Adhy Tour mendaftarkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Bekasi terhadap para jema’ah yang menjadi korban.

Proses mediasi pun mulai ditawarkan antara jema’ah korban umroh dengan pihak PT. Adhy Tour Travel. Namun, tiga kali dijadwalkan batal, karena pihak PT. Adhy Tour selaku pihak penggugat yakni, Direktur PT. Adhi Tour, Yanthy Irianty Firdaus tidak hadir memenuhi panggilan Pengadilan yang sudah menjadwalkan.

Kepada Beritaekspres.com, kuasa hukum para korban umroh, Martin Iskandar mengatakan, sesuai dengan jadwal, Selasa 12 Februari 2019 kemarin merupakan proses mediasi antara PT. Adhy Tour dengan para jema’ah korban umroh yang gagal berangkat. Namun sayangnya proses mediasi tersebut batal dilaksanakan.

“Kita jadi bingung, mereka yang gugatan, mereka juga yang ngak datang. Sampai sekarang kita ngak tahu proses mediasinya mau seperti apa?. Sebab, sudah tiga kali dijadwalkan mereka ngak datang penuhi panggilan Pengadilan,” terang Martin, Rabu (13/2/2019).

Empat jema’ah korban umroh yang mempolisikan pihak PT. Adhy Tour digugat dengan tuduhan mereka sebagai pihak tergugat, telah melakukan wanprestasi atau ingkar janji karena telat memberikan paspor dan belum membayar biaya tambahan lainnya kepada pihak PT. Adhi Tour.

“Terkait dengan materi gugatan yang dilayangkan pihak PT. Adhy Tour, para korban umroh bilang tidak pernah ada diantaranya soal adanya biaya tambahan. Makanya, nanti kita lihat namun sayangnya tiga kali jadwal mereka tidak datang,” kata Martin heran.

Para konsumen terlihat datang sebanyak sepuluh orang termasuk dengan tergugat, enam diantaranya adalah Koordinator Konsumen PT. Adhy Tour. Al-hasil, mediasi yang sudah direncanakan kemarin tidak menghasilkan keputusan apapun mengingat tidak hadirnya penggugat dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bekasi.

“Kalo kita pada prinsipnya ngikut aja biar persoalannya jadi terang benderang dan jangan diulur-ulur, sehingga nasib para korban jema’ah ini menjadi terkatung-katung kasian. Wajar kalo kita berpikir bahwa langkah gugatan yang diambil pihak PT. Adhy Tour hanya berharap bisa menganjal laporan pidana yang sudah dilayangkan para korban umroh ke Polres Metro Bekasi Kota,” pungkasnya. (Indra)