OKP Sepakat Dengan Ketua MPI Inginkan KNPI Bangkit

0
231

BERITA BEKASI – Organisasi Kepemudaan (OKP) yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Nasional (KNPI) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, merasa lega usai menghadiri dan mengikuti Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) pada Kamis 21 Februari 2019 di Hotel Sahid Jaya, Kecamatan Cikarang Selatan.

Pasalnya, ada kelompok yang ingin memanfaatkan Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPD KNPI Kabupaten Bekasi, untuk menggelar Musyawarah Daerah (Musda) saat berjalannya Rapimda tersebut. Apalagi, panitia Rapimda kurang profesional dalam pelaksanaan Rapimda.

Kepada Beritaekspres.com, Perwakilan OKP dari Pemuda Nasionalis, Munan Supriyanto mengatakan, organisasi kepemudaan di Kabupaten Bekasi sudah menunjukkan kebangkitannya dan menginginkan adanya perubahan untuk KNPI yang lebih baik lagi.

“Koordinasi kami ke teman-teman OKP, menginginkan adanya perubahan. Menginginkan teman-teman yang berada di KNPI lebih membangkitkan kembali marwahnya,” kata Munan, Senin (25/2/2019).

Munan pun, sepakat dengan orasi kebangsaan yang diucapkan Ketua MPI DPD KNPI Kabupaten Bekasi yang menginginkan KNPI lebih baik lagi. Namun, tidak perlu mengkoreksi kepengurusan KNPI yang lalu, sehingga ia berharap pemuda lebih peduli lagi untuk membangun.

“Kutipan dari Ketua MPI KNPI, saat Rapimda, kita harus membangkitkan KNPI lebih baik lagi, sehingga, jika ada yang tidak sesuai AD/ART, ya harus diingatkan,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu peserta Rapimda, Sain Hardiansyah dari OKP Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), sangat berterimakasih kepada seluruh OKP yang berjuang untuk KNPI lebih baik lagi, sehingga Rapimda yang digelar tidak terjadi adanya Musyawarah Daerah (Musda).

“Perjuangan kami menginginkan KNPI lebih baik lagi sehingga akan banyak OKP yang mendukung kalau Rapimda, ya Rapimda. Bukan Musda,” ucap Sain.

Sain pun berharap, untuk kepengurusan KNPI ditingkat Kecamatan agar segera menggelar Musyawarah Kecamatan sesuai usulan sidang Komisi yang digelar di Rapimda. Agar, status pengurus Kecamatan (PK) KNPI, memiliki legal standing untuk mengikuti Musda.

“Perjuangan kami juga menginginkan para PK (KNPI Kecamatan, red) ini agar menggelar Muscam. Masa yang tidak aktif mau ikut Musda. Ingat, Ketua MPI menginginkan KNPI lebih baik lagi,” tegas Bejeng sapaan Sain.

Perlu diketahui, pelaksanaan Rapimda yang dihadiri sekitar 70 Organisasi Kepemudaan (OKP) dan 23 Pengurus Kecamatan (PK) se-Kabupaten Bekasi itu dilaksanakan karena beberapa hal. Diantaranya karena kepengurusan DPD KNPI Kabupaten Bekasi periode saat ini dianggap vakum.

“Pasal 33 ayat 29 menyebutkan apabila pengurus DPD tidak dapat melaksanakan amanah organisasi paling lama tiga tahun seperti raker dan pelantikan, maka diberi waktu selama enam bulan. Kalau masih vakum juga maka DPD Jawa Barat akan mengevaluasi,” kata Ketua Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Kabupaten Bekasi, Rahmat Damanhuri.

Lelaki yang biasa disapa Vijay ini mendapat mandat dari Jawa Barat untuk menjabat Plt Ketua DPD KNPI Kabupaten Bekasi. Tujuannya untuk melaksanakan Rapimda dan Musda karena SK kepengurusan sudah habis masa berlakunya.

“Sempat ada dorongan karateker dari OKP. Kalau memang begitu, malu kita. Seolah-olah di Kabupaten Bekasi ini pemudanya tidak ada yang aktif. Kemudian Jawa Barat memberikan mandat ke saya selaku MPI untuk melaksanakan Rapimda dan Musda,” katanya.

Di Rapimda, lanjut Vijay, sempat muncul keinginan dari OKP agar secepatnya melaksanakan musyawarah kecamatan dan musyawarah daerah untuk mendapatkan ketua DPD KNPI definitif.

“Iya ada desakan seperti itu. Ya kita kembalikan ke mereka. Tapi idealnya musyawarah daerah dilakukan setelah Pemilu 2019. Karena ada notifikasi dari KPK di tahun politik ini tidak boleh ada aliran dana hibah,” ungkapnya.

DPD KNPI Kabupaten Bekasi vakum sejak beberapa tahun lalu. Bahkan organisasi kepemudaan ini dianggap mati suri karena tidak tampak adanya aktivitas di kantor sekretariat di Komplek Perkantoran Pemkab Bekasi.

Terpisah, OKP Pemuda Panca Marga (PPM) Kabupaten Bekasi, Suganda, menyesalkan kepada panitia Rapimda, yang menggelar Rapimda, tidak memberikan undangan kepada OKP. Namun, OKP dipaksakan untuk datang ke arena Rapimda dan undangan ada di lokasi.

“Miris melihat Pemuda yang memakai Jas Biru KNPI. Tidak pernah nongol dalam setiap kegiatan Pemerintah Daerah di Kabupaten Bekasi, namun mengaku sebagai Pemuda. Namun,buat Rapimda untuk Pemuda,” ujar Suganda. (De/Mul)