Keluarga Korban Salah Tangkap Lapor ke Provam Mabes Polri

0
79

BERITA JAKARTA – Dr. Mahator Tampubolon beserta keluarga Hilman Nainggolan tersangka kasus dugaan pencurian Mini Market melaporkan, Kapolres Subang dan Tim Penyidik Polres Subang Jawa Barat ke Devisi Provam Mabes Polri dan Kompolnas Jakarta.

Kepada Beritaekspres.com, Kuasa hukum korban, Mahatar Tampubolon mengatakan, pihaknya bersama keluarga tersangka dikarenkan ada kesewenang-wenangan yang telah dilakukan penyidik Polres Subang terhadap Hilman. 

“Kami melaporkan Kapolres Subang dan Tim Penyidik Polres Subang ke Divisi Provam Mabes Polri dan Kompolnas, terkait dugaan adanya penyiksaan terhadap Hilman Nainggolan yang dilakukan tim penyidik Polres Subang agar mau mengakui perbuatan pencurian dari sebuah Mini Market yang tidak pernah dilakukan,” terangnya, Kamis (28/2/2019).

Dijelaskannya, ada kesalahan penangkapan yang dilakukan Polres Subang kepada Hilman Nainggolan yang dianggap merupakan otak pelaku perampokan sebuah Mini Market.

“Berdasarkan keterangan dari salah seorang pelaku yang ditangkap penyidik Polres Subang bahwa Hilman Nainggolan bukan anggota komplotan perampokan tersebut, Nainggolan yang dimaksud pelaku masih ada di Pulau Samosir, Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara bersama 2 orang perampok lainnya,” ungkap Mahator.

Pihaknya meminta, penyidik Polres Subang bersama aparat Kepolisian untuk segera menangkap 3 pelaku sesungguhnya dari perampokan Mini Market dan jangan lagi menggunakan kekerasan dalam melakukan penangkapan dan penyidikan. 

“Kami minta kepada penyidik Polres Subang untuk segera menangkap Nainggolan sesungguhnya yang masih berkeliaran di Toba Samosir agar kasus salah tangkap ini menjadi terang siapa sesungguhnya pelaku perampokan,” jelasnya. 

Mahator Tampubolon yang merupakan Dosen Pasca Sarjana Fakultas Hukum UKI menyatakan bahwa, Kompolnas dalam waktu 10 hari akan menindak lanjuti laporan dugaan salah tangkap dan kekerasan pisik yang dilakukan penyidik.

“Keterangan dari pihak Kompolnas bahwa dalam waktu 10 hari, Kompolnas akan mencari tahu ke pihak pihak yang mengetahui dugaan salah tangkap dan Kekerasan pisik kepada tersangka Hilman Nainggolan,” pungkasnya.

Sementara itu, istri dari tersangka Hilman Nainggolan, Ebot menyatakan tindakan kekerasan yang dilakukan penyidik Polres Subang kepada Suaminya Hilman Nainggolan tidak  berperikemanusiaan.

Menurutnya, tidak hanya kekerasan pisik yang dilakukan penyidik Polres Subang kepada suaminya, tapi juga penangkapan tersebut tanpa disertai surat penangkapan.

“Polisi menggeledah dan menangkap suami saya dan keluarga lainnya dengan sangat tidak manusiawi suami saya matanya di lakban dan diseret ke mobil tanpa diberi kesempatan mengetahui apa kesalahan yang disangkakan polisi kepada suaminya Hilman Nainggolan,” ungkapnya. 

Dijelaskannya, tidak hanya pada saat penangkapan polisi juga melakukan tindakan kekerasan terhadap Hilman Nainggolan di tahanan Polres Subang.

“Selama 2 hari saya tidak dapat menemui suami saya dan pada hari ketiga setelah penangkapan saya melihat suami saya dalam keadaan penuh luka luka di sekujur tubuhnya dan ketika saya tanya suami saya disiksa untuk mengakui perampokan Mini Market yang tidak dilakukan suaminya,” kata Ebot.

Ebot minta kepada Divisi Provam Mabes Polri segera menindak penyidik Polres Subang agar main tangkap dan penyiksaan terhadap suaminya segera dituntaskan.

Sekedar diketahui, LBH Patriot selain mengadu ke Kompolnas dan Devisi Mabes Polri juga akan melaporkan kejadian penyiksaan ini ke Komnas HAM serta akan mendampingi Hilman di Pengadilan guna mendapatkan keadilan. (Stave)