KH. Ma’ruf Amin: Agama Harus Jadi Pemersatu, Bukan Konflik

0
73
KH. Ma'ruf Amin

BERITA PANGANDARAN – Calon Wakil Presiden (Wapres) KH. Ma’ruf Amin mengatakan, perlunya menjadikan agama sebagai sistem pemersatu bangsa di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bukan justru sebaliknya, menjadi alat penebar konflik dan pemecah belah bangsa.

“Agama harus jadi sistem pemersatu bukan jadi sistem konflik. Makanya dakwah dan perilakunya harus layyinan penuh kelembutan, santun dalam berdakwah, berakhlak karimah,” kata Ma’ruf dalam Deklarasi Relawan Kiai-Santri (Kisan) dan Harlah Muslimat NU Kabupaten Pangandaran di Lapangan Grand Pangandaran, Kamis (28/2/2019).

Ma’ruf mengajak, Relawan Kisan, kaum ibu-ibu muslimat dan warga Kabupaten Pangandaran untuk tidak terbawa arus penyebaran fitnah, kabar bohong (hoax) dan ujaran kebencian yang ditebarkan para penghasut.

“Kita jangan jadi ahli maki-maki. Mereka ingin mengubah negara ini melalui kekerasan, mereka ingin mengubah sistem negara ini dengan cara paksa, maka wajib kita menjaga negara ini dari rongrongan mereka,” katanya.

Dikatakan KH. Ma’ruf, salah satu upaya dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indoenasia (NKRI) diantaranya dengan menyukseskan Pemilu 2019 mendatang.

Pemilihan Presiden sambungnya, bukan perang, tetapi menjadi ajang memilih pemimpin bangsa, tanpa ada yang dikorbankan dalam bangsa ini.

“Ada yang bilang, Pilpres ini sebagai perang badar. Bukan, Pilpres ini sarana memilih pemimpin bangsa. Kita tidak mau mengorbankan keutuhan bangsa, kesatuan bangsa hanya karena Pilpres. Kita ingin menang tanpa mengorbankan bangsa ini,” katanya.

Ma’ruf Amin pun mengajak pendukungnya untuk senantiasa berdoa agar Indonesia maju dan tetap jaya. Ia menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para Kiai dan Santri termasuk masyarakat Kabupaten Pangandaran yang telah memberikan dukungan dan bertekad menjaga NKRI.

“Saya berterima kasih, penghargaan yang setinggi-tingginya atas dukungan kepada Pak Jokowi dan saya, dari para Kiai, Santri dan masyarakat Pangandaran yang hari ini diawali dengan istigasah untuk mendoakan bangsa ini agar tetap jaya dan NU telah bertekad NKRI Harga mati,” pungkasnya. (Ant)