CBA Sebut PUPR Pemkab Bekasi Rampok Uang Rakyat

0
12
Jajang Nurjaman

BERITA BEKASI – Berbicara tentang Kabupaten Bekasi terkadang membuat kita mengernyitkan dahi. Kabupaten Bekasi yang katanya daerah industri terbesar se-Asia Tenggara, namun di sisi lain masih dianggap ketinggalan seperti infrastruktur jalan. Padahal, setiap tahunnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi memiliki program pengembangan infrastruktur pemukiman berupa perbaikan jalan. Untuk satu program ini anggaran yang dihabiskan bisa sampai miliaran rupiah, contohnya program pengembangan infrastruktur yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2017 yang menghabiskan uang sebesar Rp3.994.796.450.

Kepada Beritaekspres.com, Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman menuduga, bahwa program pengembangan infrastruktur Pemerintah Kabupaten Bekasi yang digunakan dari pos belanja modal dibawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bekasi hanyalah akal-akalan guna merampok duit rakyat alias proyek bancakan.

Alasannya dugaan kami sambung Jajang, pertama dari  12 proyek  pengembangan infrastruktur ditahun 2017, 8 diantaranya diduga kuat bermasalah. Hal ini disebabkan, karena adanya kekurangan volume pekerjaan. “Uang yang dikeluarkan oleh penyedia proyek dalam hal ini Pemerintah Kota Bekasi tidak sesuai dengan pekerjaan fisik di lapangan,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaan 8 Proyek itu, ditemukan modus yang sama berupa kekurangan volume pekerjaan. Contohnya pekerjaan  berupa jalan beton rigid K-350, segmen badan jalan yang dikerjaan ketebalannya dibawah spesifikasi kontrak (dibawah 15 cm).

“Hal ini bukan hal sepele, seolah-olah oknum Pemkab Bekasi kongkalikong dengan pihak swasta, mengerjakan proyek jalan seenaknya, karena kalau cepat rusak sudah pasti dimasukan lagi ke proyek tahun selanjutnnya. Jika sudah begini, bisa ditebak siapa yang diuntungkan dan jelas masyarakat yang dirugikan,” katanya.

Kami berharap tambah Jajang, dengan data ini, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi tergerak hatinya dan mau bangun dari tidur panjangnya agar membuka penyeldidikan atas kasus program pengembangan infrastruktur pemukiman Kabupaten Bekasi. “Jangan sampai permainan ini dibiarkan terus, kasihan warga Bekasi,” pungkasnya.

8 Proyek yang kami maksud adalah sebagai berikut:

1.Peningkatan Struktur Jalan Lingkungan Jl. Siemens senilai Rp97.542.000, proyek ini dilaksanakan oleh CV. HJU.

2.Peningkatan Struktur Jalan Lingkungan–Jalan Sasak Jarang senilai Rp187.055.000, dilaksanakan oleh CV. MP.

3.Peningkatan Struktur Jalan Lingkungan–Jalan Swadaya (samping Masjid Jatimulya) senilai Rp194.329.000 dilaksanakan oleh CV. GJ.

4.Peningkatan Struktur Jalan Lingkungan–Jalan Kp. Legon RT05/RW05 Jatimulya senilai Rp187.349.000 dilaksanakan oleh CV. SPJ.

5.Peningkatan Struktur Jalan Lingkungan–Jalan Wijayakusuma (Bpk. Santoso) RT10/RW11 Jatimulya, senilai Rp179.350.000 dilaksanakan oleh CV. RFS.

6.Peningkatan Struktur Jalan Lingkungan–Jalan Mawar Kampung Legon senilai Rp178.651.000 dilaksanakan oleh CV. DP.

7.Peningkatan Struktur Jalan Lingkungan–Jalan Lingkungan RT05/RW18 Wanasari Cibitung senilai Rp109.547.000 dilaksanakan oleh CV. CT.

8.Peningkatan Struktur Jalan Lingkungan – Jalan Lingkungan RT13/RW18 Wanasari Cibitung, senilai Rp194.586.000. Dilaksanakan oleh CV. SCB.  (De/Mul)