Polisi Bekuk Pengedar Ekstasi Diamond dan 10 Kilogram Sabu

0
66

BERITA JAKARTA – Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya (PMJ) berhasil mengamankan lima orang pelaku pengedar narkoba. Kelima pelaku yakni, SS (22), M (30), FM (53), RH (45) dan YR (34).

Kepada awak media, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, pada awal Februari 2019 polisi mendapat laporan bahwa di daerah Tambora, Jakarta Barat, terdapat rumah yang kerap digunakan untuk bertransaksi narkoba. Tim pun langsung bergerak untuk melakukan penyelidikan.

“Tiga minggu kita lakukan penyelidikan dan ternyata benar ada kegiatan peredaran narkoba. Kita tangkap seorang berinisial SS, Kamis (21/2 /2019) saat tengah membawa ekstasi diamond sebanyak 46 butir,” terang Argo di Mapolda Metro Jaya, Jumat (1/3 /2019).

Dikatakan Argo, dari SS polisi mendapat informasi bahwa narkoba tersebut berasal dari seseorang berinisial M. Tim kembali bergerak dan menangkap M di Kawasan Cempaka Baru, Kemayoran Jakarta Pusat, dengan barang bukti sabu seberat 3 Kilogram.

“Kita lakukan pemeriksaan di kontrakan M di Cempaka Baru, Kemayoran. Disana kita temukan 7 Kilogram sabu dan 1.059 butir ekstasi,” katanya.

Dikontrakan M sambung Argo, tim juga menemukan seorang pelaku berinisial RH alias Arab dan FM. Ternyata 2 dari total 10 Kilogram sabu tersebut merupakan pesanan YR, YR akhirnya diringkus di depan sebuah Super Market di Kawasan Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran Jakarta Pusat.

“Ada pemasoknya lagi yang berinisial H, saat ini yang bersangkutan masih dalam pengejaran. Belum bisa sampaikan mereka jaringan mana, karena H belum kita amankan,” tuturnya.

Setelah kelima pelaku diamankan lanjut Argo, polisi juga melakukan tes urine. Hasilnya kelimanya terbukti positif menggunakan sabu. “Kelimanya terbukti positif sabu. Kita lakukan penahanan dan mereka saat ini menghadapi proses penyidikan,” kata Argo.

Ditambahkan Argo, karena perbuatannya, para pelaku akan dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 juncto Pasal 132 ayat 1 UU Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukumannya, maksimal hukuman mati dan denda sebesar Rp10 miliar,” pungkasnya. (Yon)