Butuh Strategi Untuk Tingkatkan UKM di Indonesia

0
13

BERITA SEMARANG – Jumlah pelaku usaha kecil mikro (UKM) di Indonesia masih jauh dari negara ASEAN lainnya, hanya berkisar 3,7 persen atau  4,8 juta dari total jumlah penduduk. Padahal salah satu indikasi negara makmur adalah jika jumlah pelaku usaha banyak. 

Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Jateng, Bima Kartika, saat dialog Prime Topic Trijaya FM yang bertema ‘Tumbuh Kembangkan UKM’ yang digelar di Hall Gedung C lantai IV FEB Undip Tembalang, Semarang, Senin (11/3/2019). 

Menurutnya, jumlah UKM di negara Tailand berkisar 4,5 persen, Malaysia 5 persen dan Singapura 7 persen dari total penduduk. “Saat ini bagaimana peran pemerintah untuk mendorong dengan cepat. Maka butuh strategi untuk meningkatkan UKM, diantaranya pendekatan sumber daya manusianya, lewat latihan di balai latihan, dan membentuk kelompok UKM. Intinya bagaimana kita dorong untuk menjadi wirausahawan,” jelas Bima. 

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undip, Dr Suharnomo menyatakan bahwa kebijakan pemerintah bisa mendorong pelaku UKM. Termasuk juga keterlibatan peran perguruan tinggi.

Sementara anggota Komisi B DPRD Jateng, Achsin Ma’ruf mengatakan bahwa jumlah pelaku UKM di Indonesia masih minim. Padahal pelaku UKM adalah tulang punggung negara, bahkan saat krisis pun mereka mampu bertahan. Maka pemerintah harus mensuport. 

“Mereka butuh dorongan dan motivasi, Pemprov Jateng mendukung mereka untuk menembus pangsa Internasional. Dengan upaya bagaimana menumbuhkembangkan UKM. Pemerintah juga harus hadir bagaimana masyarakat bisa berwirausaha. Termasuk mendukung pertumbuhan dengan arah market modern, mengikuti era digitalisasi yang inovatif dan kreatif,” pungkasnya. (Nining)

 

Biro Semarang