Sidang Kasus Suap Meikarta, Rohim dan Rofiq Ungkap Fakta Baru

0
83
Sidang Meikarta

BERITA BANDUNG – Sidang kasus suap perizinan mega proyek Meikarta di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, terus bergulir. Kali ini, Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan 2 orang saksi baru dari pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Jawa Barat, Rabu (27/3/2019).

Kedua orang saksi itu yakni, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik, Rohim Sutisna dan Kepala Dinas Perdagangan Pemkab Bekasi, Abdur Rofiq.

Rohim yang hadir dengan mengenakan kemeja bermotif batik bersama Abdur Rofiq duduk dikursi saksi diruang Pengadilan menghadap Majelis hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung.

Dalam persidangan, Rofiq dan Rohim belum banyak memberikan keterangan namun keduanya mengakui adanya pemberian uang kepada Bupati Neneng Hassanah Yasin (NHY), tapi tidak terkait dengan kasus Meikarta.

Dalam kesempatan itu, Majelis hakim Tipikor yang di Ketuai Tardi menanyakan keterkaitan kedua saksi Rohim dan Rofiq dengan terdakwa mantan Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin.

“Saudara Rohim adakah hubungan kerja dengan terdakwa Neneng,” tanya Ketua Majelis. Saksi Rohim pun menjawab “Memberikan uang Rp60 juta pak,” katanya.

“Uang dari mana?,” tanya Ketua Majelis lagi, “Uang pribadi pak,” jawab Rohim. Ketua Mejelis hakim Hakim pun, terus mengejar pemberian uang dari bawahan untuk Bupati Bekasi itu.

“Untuk kepentingan apa,” kembali Ketua Majelis bertanya. “Tidak ada kepentingan apa-apa, hanya antara bawahan dan pimpinan. Kaya anak sama ibu aja,” jelas Rohim.

“Lohh… kalo memberi itu harus ada alasannya untuk apa,” cecar Ketua Majelis lagi. Rohim pun terus mempertahankan jawabannya. “Tidak ada apa apa,” singkat Rohim.

Kembali ditegaskan Ketua Majelis, “Diminta, apa kemauan sendiri?,” tanyanya lagi menegaskan, “Kemauan sendiri pak,” jawab Rohim.

“Tidak ada kaitannya dengan Meikarta atau Lippo Cikarang,” tegas Ketua Majelis hakim sambil menunjukkan tangan mengarah ke Rohim. “Oh Tidak ada pak,” tegas Rohim lagi.

Sama seperti Rohim, Ropiq pun tak lepas dari kejaran pertanyaan dari Ketua Majelis hakim Tardi. “Kemudian ini yang kedua yang Rp5 juta sama pakai uang pribadi. Uang apa itu, pakai uang tunjangan,” sindir Ketua Majelis.

Rofiq pun menjawab pertanyaan Ketua Majelis hakim yang agak sedikit menyindir “Iya pak uang dari tunjangan,” jawab Ropiq menyamakan tudingan Ketua Majelis.

Ketua Majelis hakim juga menegaskan Rofiq apakah ada kaitannya uang pemberian tersebut dengan urusan Meikarta. “Tidak ada kaitanya dengan Meikarta atau Lippo Cikarang, tidak ada pak,” pungkasnya.

Pantauan Beritaekspres.com diruang persidangan Tipikor Bandung, kedua saksi Rohim dan Rofiq belum banyak memberikan keterangan terkait pusaran suap perizinan Meikarta. Meski Jaksa KPK tentunya sangat beralasan untuk menghadirkan kedua saksi kepersidangan. (Mul)