Tersandung Penipuan, Oknum TNI AD Divonis 5 Bulan Penjara

0
169

BERITA BANTUL – Majelis Hakim pada Pengadilan Militer Yogyakarta menjatuhkan hukuman 5 bulan penjara kepada Serka Yudha Wahyu Widarto karena terbukti melakukan tindak pidana penipuan, Kamis (28/3/2019).

Dalam kasus itu, Majelis Hakim, Letkol Laut Kurniawati menyatakan bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan tindak pidana penipuan terhadap korban, NN yang berprofesi sebagai wartawati.

“Sesuai dengan Pasal 378 KUHP Juncto Pasal 190 ayat 1 UU 31 tahun 1997, Serka Yudha Wahyu Widarto terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan,” tandasnya  dalam putusan yang dibacakan secara bergantian.

Selain itu, terdakwa juga harus mengganti biaya perkara sebesar Rp10 ribu. Putusan Majelis Hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan Oditur Militer yang menuntut agar terdakwa dihukum penjara selama 7 bulan dan membayar uang perkara sebesar Rp15 ribu. 

Menurutnya, hal-hal yang dianggap meringankan terdakwa diantaranya, terdakwa sudah meminta maaf kepada korban dan keluarganya.

Selain itu, majelis hakim menilai selama sidang terdakwa tidak berbelit-belit, sikap perilaku sangat baik, seluruh pekerjaan yang ditugaskan selama ini juga hasilnya baik. 

Mantan Babinsa Tempuran, Kabupaten Magelang ini juga pernah memperoleh anugerah Satya Lencana 8 tahun serta mendapat rekom dari atasan untuk memperoleh keringanan hukuman.

Sedangkan hal-hal yang memberatkan terdakwa adalah dirinya dinilai telah mencemarkan nama baik institusi. “Tidak ada alasan pemaaf bagi terdakwa sehingga harus dipidana. Terdakwa telah menciderai norma dasar TNI dan citra Angkatan Darat,” ungkapnya.

Dijelaskan bahwa tujuan penghukuman tersebut bukan untuk balas dendam, tetapi untuk mengingatkan terdakwa dan orang lain agar tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum. 

Menanggapi putusan tersebut, terdakwa mengaku menerima, sedangkan Oditur menyatakan pikir-pikir. Selanjutnya Oditur diberi waktu selama 7 hari untuk menyatakan sikap, jika tidak segera mengajukan banding maka akan dianggap menerima putusan, dan terpidana akan segera dieksekusi.

Penasihat hukum korban, Suroso Ucok Kundoco yang diwakilkan Arti Fudiah dari kantor pengacara Law Office Fast and Associates Salatiga menyerahkan semua hasil putusan kepada Oditur. “Apa pun keputusan Oditur, kami pihak korban akan menerima,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, bahwa terdakwa Serka Yudha Wahyu telah melakukan tindak pidana penipuan terhadap seorang wartawati, NN hingga mencapai Rp88 juta. Bahkan, korban NN juga dijanjikan akan dinikahi oleh terdakwa. (Nining)

 

Biro Semarang