LAMI Bakal Polisikan Penyebar Hoax Hasil Pilpres 2019

0
120
Jonly Nahampun

BERITA BEKASI – Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) meminta warga untuk kondusif dan tidak menyebar berita hoax pasca pemungutan suara di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, baik Pemilihan Legeslatif (Pileg) maupun Pemilihan Presiden (Pilpres). Pasalnya, dengan menyebarkan berita hoax hasil Pileg dan Pilpres berpotensi menganggu stabilitas negara.

“Pasca Pilpres warga sebaiknya menunggu hasil dari Real Count KPU dan warga agar tetap tenang tidak mengganggu penghitungan suara,” kata Ketum Dewan Perwakilan Pusat (DPP) LAMI, Jonly Nahampun kepada Beritaekspres.com, Sabtu (20/4/2019).

Warga sambung Jonly, harus tetap kondusif kita percayakan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk membuat Real Count penghitungan suara Pilpres dan warga jangan menyebarkan berita bohong atau hoax yang dapat menganggu stabilitas negara.

“LAMI turut bersyukur pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 bisa berjalan aman dan lancar. Terlebih partisipasi masyarakat cukup baik. Kami mengajak seluruh masyarakat bersatu dan berdoa kepada Allah untuk kelancaran penghitungan resmi oleh KPU,” ungkapnya.

Dikatakan Jonly, selama tahapan penghitungan suara di KPU RI berlangsung, LAMI mengajak semua masyarakat bergandeng tangan, menjaga persatuan nasional, mengubur segala dendam dan kebencian mari kembali ke aktivitas masing-masing.

Melihat dinamika pasca penyelenggaran Pemilu, pihaknya mendukung sepenuhnya langkah-langkah pengendalian keamanan pasca Pemilu oleh TNI dan Polri, serta KPU sebagai penyelenggara Pemilu.

“Kami dari LAMI akan turut membantu penegak hukum untuk menciptakan kondusif serta melaporkan ke penegak hukum jika ada orang yang membuat dan menyebar berita bohong atau hoax yang menyebabkan kegaduan di negara ini,” pungkasnya. (De/Mul)