Soal Politik Uang Caleg Sunandar Bawaslu Bekasi Periksa 3 Pelapor

0
70
Sunandar

BERITA BEKASI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bekasi meminta keterangan dari tiga orang pelapor yang berkaitan dengan adanya dugaan pelanggaran kampanye yang dilakukan Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Bekasi, asal Partai Golkar, Sunandar, Selasa (30/4/2019).

Sunandar merupakan Caleg incumbent dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 yang meliputi, Kecamatan Cikarang Pusat, Cikarang Selatan, Serang Baru, Setu, Cibarusah dan Bojongmangu. Saat ini Sunandar menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bekasi.

Dalam pemeriksaannya, Bawaslu menyodorkan lebih dari 20 pertanyaaan kepada ke-tiga pelapor, karena pelapor mengaku mengetahui persis dugaan pelanggaran yang dilakukan Sunandar pada saat kampanye terkait pemberian uang Rp50 ribu dan sembako.

“Dihadapan warga Sunandar memperkenalkan diri, selain silahturahmi dia mengungkapkan niatnya sebagai Caleg dan memperlihatkan kertas surat suara yang kemudian mengarahkan agar mencoblos dirinya,” jelas salah satu pelapor dihadapan Bawaslu.

Petugas Bawaslu pun menanyakan barang apa aja yang dibagikan pada saat dilokasi tersebut. Pelapor menyebutkan, sembako dan contoh kertas surat suara. Pertemuan Sunandar dengan warga juga diisi dengan tebak-tebakan berhadiah uang sebesar Rp50 ribu yang dibagikan oleh Sunandar sendiri.

Dilanjutkan pelapor, untuk pembagian sembako terdapat kupon selembar undangan dari perkumpulan itu. Sejumlah warga, termasuk Ketua RT setempat turut ikut membagian sembako dugaan pelanggaran Pemilu tersebut. “Pak RT setempat pun ikut memeriahkan acara pembagian uang dan sembako tersebut,” katanya.

Diketahui, barang bukti yang dilaporkan ke Bawaslu ada foto dan video acara silahturahmi Caleg Sunandar yang dikemas dengan pembagian sembako dan uang dinilai telah melanggar Pasal 280 ayat 1 (j) Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

“UU itu, menyebutkan bahwa pelaksana, peserta dan tim kampanye Pemilu dilarang menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta kampanye Pemilu. Pelanggar bahkan bisa dikenakan pidana penjara hingga dua tahun,” pungkasnya.

Sebelumnya, dikabarkan, politisi Partai Golkar, Sunandar diduga melakukan politik uang berupa pembagian sembako dan uang saat berkampanye di Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. (De/Mul)