BNNP Jateng Ungkap Shabu Jaringan Malaysia, Batam dan Semarang

0
13

BERITA SEMARANG – Satgas pemberantasan narkotika Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, berhasil mengungkap kasus narkotika jenis shabu sebanyak 250 gram di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Kamis 25 April 2019 sekitar pukul 12.00 WIB.

Selanjutnya, bersama BNNP Kepulauan Riau, petugas juga mengamankan tersangka beserta barang bukti narkotika jenis shabu sebanyak 650 gram.

Mereka adalah HH alias Pakdhe (52) warga Kecamatan Batu Aji, Kota Batam Kepulauan Riau dan DAT alias DN alias Dedy Ambon (36) warga Perumahan Marina Garden Kota Batam, Kepulauan Riau.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Muhammad Nur menjelaskan, awalnya Satgas pemberantasan BNNP Jateng menerima informasi dari masyarakat akan adanya kurir narkotika yang membawa barang haram tersebut dari Batam ke Semarang melalui pesawat Lion Air.

Selanjutnya, Satgas melakukan pengawasan bersama pihak Angkasa Pura Semarang terhadap penumpang yang turun dari pesawat dimaksud. Saat itu petugas mencurigai laki-laki yang turun dari pesawat berinisial HH.

“Setelah diinterogasi HH mengaku membawa shabu yang dimasukkan dalam bagian tubuh (anus). Lalu HH dibawa ke kantor BNNP Jateng dan diminta untuk mengeluarkan bungkusan narkotika yang ada di dalam bagian tubuhnya sebanyak 5 bungkus dengan berat total 250 gram di kamar mandi, “ jelas Muhammad Nur di kantor BNNP Jateng, Kamis (2/4/2019).

Saat diperiksa HH mengaku, masih ada narkotika jenis shabu sebanyak 650 gram di Batam yang di simpan tersangka Dedy Ambon. Sebelumnya tesangka HH dan Dedy Ambon akan berangkat bersama menuju ke Semarang dengan pesawat yang sama. Namun Dedy batal berangkat dan berencana akan ke Semarang esok harinya.

Setelah berkoordinasi dengan BNNP Kepri akhirnya berhasil menangkap Dedy Ambon di rumahnya dan menyita 5 bungkus plastic bulat lonjong dan 2 bungkus plastic besar berisi narkotika jenis shabu seberat 650 gram.

Narkotika tersebut rencananya akan dibawa ke Semarang dengan modus yang sama melalui anus oleh tersangka Dedy. “Total barang bukti yang berhasil diamankan dari kedua TKP adalah 900 gram,” ungkap Muhammad Nur.

Tersangka HH dan Dedy Ambon merupakan residivis, dan termasuk jaringan Malaysia-Batam-Semarang. “Narkotika tersebut diambil dari Malaysia yang akan diedarkan di wilayah Jawa Tengah,” ujarnya.

Kini kedua tersangka ditahan di Rutan BNNP Jateng. Mereka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman minimal 5 tahun penjara, dan maksimal pidana mati. (Nining)

 

Biro Semarang