Bank J Trust Digugat, Hutang Nasabah Rp1,8 Jadi Rp3,7 Miliar

0
18

BERITA JAKARTA – Gugatan terhadap bank asing J Trust akan dicabut nasabahnya jika tuntutan penggugat dipenuhi. Hal itu, disampaikan Slamet selaku kuasa hukum Priscillia Georgia sebagai pihak penggugat J Trust.

Dalam gugatannya, pihaknya meminta J Trust membatalkan cessie serta melakukan ganti rugi sebesar Rp5 miliar dan immateril sebesar Rp25 miliar.

“Kita cabut gugatan apabila pihak J Trust mau menghapus hutang atau diberikan ganti rugi sebesar Rp2 miliar dan dikembalikan asetnya serta ganti rugi biaya yang sudah dikeluarkan selama ini,” tegas Slamet di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (27/5/2019).

Dikatakan Slamet, mediasi hari ini pihaknya juga kembali menyampaikan tuntutan tersebut. “Cuma J Trust belum memberikan jawaban dan minta waktu,” ujarnya.

Sementara itu, internal legal J Trust, Lutfi mengatakan, pihaknya akan mempelajari semua tuntutan dari penggugat. “Kita akan pelajari dulu,” ujar Lutfi.

Sebelumnya, gugatan yang dilayangkan Priscillia Georgia selaku nasabah, karena merasa diperlakukan semena-mena oleh pihak J Trust bersama anak perusahaannya J Trust Invesment Indonesia.

Alih-alih restrukturisasi, J Trus Invesment justru meminta dirinya membayar Rp3,7 miliar cash atau rumahnya disita dengan konpensasi atau uang kerahiman sebesar Rp50 juta.

Padahal, saat dirinya melaksanakan akad kredit rumah pada 2011 dengan Bank Mutiara, tidak pernah melibatkan J Trust apalagi J Trust Investment Indonesia. Akad pun disebut Priscilla dengan skema cicilan Rp21 juta per bulan.

Priscillia mengaku tidak mendapatkan pemberitahuan mengenai pelimpahan kredit dari Bank Mutiara yang kolaps kepada J Trust dan J Trust Investment Indonesia atas piutangnya.

Anehnya, meski sudah mencicil utangnya sebesar Rp300 juta, jumlah piutang Priscilla yang bermula Rp1,8 miliar membengkak menjadi Rp3,7 miliar dan atas dasar itulah dirinya memberanikan diri melayangkan gugatan.

Sebelum melayangkan gugatan guna mempertahankan rumahnya, Priscilla mengaku telah melakukan beberapa itikad baik untuk melunasi utangnya, namun tidak disetujui oleh pihak J Trust.

Priscillia juga mengaku teritimidasi dengan tindakan dan cara-cara J Trus Invesment Indonesia, seperti memasang iklan atau plang rumahnya di jual dan mendatangi rumah atau mengirimkan surat tagihan .

Priscillia mengungkapkan, sebagai perusahaan asing yang bergerak di usaha perbankan, seharusnya J Trust tidak semena-mena terhadap nasabah WNI. Tidak sedikit nasabah menderita hal yang sama.

“Bedanya nilai yang saya perjuangkan Rp1,8 miliar sementara nasabah lain ada yang menyentuh Rp28-500 miliar,” pungkasnya. (Yon)