Brankas Dibongkar Maling, Gaji Satpam Dipotong Perbulan

0
22
Saljoni

BERITA SEKADAU – Miris nasib yang di alami 6 orang karyawan yang bekerja sebagai Satuan Pengamanan (Satpam) di PT. Multi Jaya Perkasa (MJP). Pasalnya dari tahun 2012 lalu gaji mereka sudah di potong sebesar Rp50 ribu perbulan.

Gaji mereka dipotong disebabkan kerugian yang dialami pihak perusahaan yang jumlah kerugiannya belum diketahui buntut dari brankas milik perusahaan di bongkar Maling. 

Kepada Beritaekspres.com, salah seorang Satpam yang enggan disebut namanya mengatakan, gajian pada bulan Mei kemarin masih di potong.

“Tidak ada pemberitahuan dari pihak perusahaan kepada kami berapa tahun dan sampai kapan gaji kami harus di potong setiap bulan,” keluhnya, Senin (17/6/2019). 

Menurutnya, sewaktu akan di potong gaji oleh perusahaan, mereka tidak ada diberi penjelasan oleh pihak manajemen. 

“Kami terkejut, tiba-tiba gaji dipotong sebesar Rp50 ribu perbulan sejak tahun 2012 lalu,” ungkapnya bingung dengan sikap perusahaan. 

Ia pun meminta agar instansi terkait bisa membantu menyelesaikan masalah karena sebagai karyawan mereka tidak ada kekuatan untuk melakukan perlawanan terhadap kebijakan perusahaan yang mencekik karyawan rendahan. 

“Kalau masalah uang yang hilang itu harus kami ganti, setidaknya perusahaan harus memberi tahu sebelumnya,” katanya.

Secara etika sambungya, pihak persahaan harus memangil kami dulu atau di buat kesepakatan berapa tahun gaji kami  di potong.

“Ini, tiba-tiba saja waktu gajian dipotong tanpa ada batas waktu yang ditentukan, ini yang tidak masuk akal kami,” tandasnya. 

Terpisah, Manager PT.MJP, Saljomi menbenarkan, memang ada pemotongan gaji Satpam. Namum pemotongan itu mungkin sudah ada kesepakatan kedua belah pihak, yakni antar karyawan yang bersangkutan dan perusahaan.

“Karna kejadian tersebut sudah berlangsung lama, maka saya juga tidak mengetahui seperti apa kesepakatan antar karyawan tersebut dengan perusahaan,” jelasnya. 

Saljoni menambahkan, sejak dirinya menjabat sebagai pimpinan perusahaan di PT. MJP, kejadian seperti ini tidak pernah terjadi. (As)

Biro Kalimantan Barat