Istilah TSM, Mahfud: Ada Dalam Hukum Pidana Internasional

0
83
Mahfud MD

BERITA JAKARTAGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan istilah ‘terstruktur, sistematis, dan masif’ alias TSM lahir pertama kali dari dirinya saat Pilkada Jatim 2008. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD membenarkan pernyataan Khofifah.

“Iya benar, kan memang diambil dari perkaranya Ibu Khofifah, memang lahir dari perkara itu (sengketa Pilkada Jatim 2018). Itu benar 100 persen dari Ibu Khofifah,” kata Mahfud MD dikutif dari laman detikcom, Selasa (18/6/2019).

Namun, menurut Mahfud, istilah TSM sudah ada di dalam hukum pidana Internasional, yakni hukum pidana genosida.

“Istilah TSM memang dari perkara Bu Khofifah, tapi istilah terstruktur, sistematis, dan masif itu jauh sebelum perkara Khofifah dan sudah ada dalam hukum pidana Internasional,” ujarnya.

Dijelaskan Mahfud, seorang pelaku genosida baru dapat dihukum apabila melakukan perbuatannya dengan terstruktur, sistematis dan masif.

“Di dalam genosida itu sebuah tindakan genosida itu baru bisa dihukum pelakunya kalau melakukannya secara terstruktur, sistematis dan masif.

Itu hukum pidana sambung Mahfud, lalu ditransformasi oleh kami ke dalam hukum tata negara dengan kriteria yang kami buat. Bahwa itu berangkat dari perkaranya Bu Khofifah itu betul,” tambahnya.

Sebelumnya, Khofifah mengatakan istilah itu pertama kali dia yang pakai saat Pilkada Jatim 2008.

“Bahasa TSM itu asli aku. Terus Pak Mahfud ambil. TSM itu istilah dari aku, terstruktur, kita bisa ini terstruktur, ini sistematis, ini masif,” kata Khofifah di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Namun Khofifah menegaskan saat itu pelanggaran Pilkada yang dia sebut secara TSM itu berdasarkan angka atau secara kuantitatif. Dan dia menegaskan semua tudingan itu bisa dibuktikan.

“Itu masifnya mbok secara kalkulatif, katanya kalkulator. Secara kuantitatif. Itu semuanya bisa dibuktikan,” katanya.

“Dengan angka-angka, dengan saksi-saksi. Kalau misalnya berapa TPS, ya berapa TPS. Mungkin kan tidak signifikan. Jenenge masif iku yo roto (namanya masif itu ya rata),” imbuhnya. (Red)