Polres Tangerang Bekuk Pengedar Ganja 8 Kilogram Asal Lampung

0
45
Polres Metro Tangerang

BERITA JAKARTA – Jajaran Polres Metro Tangerang membekuk dua orang  jaringan pengedar daun haram asal Aceh. Sebanyak 8 kilogram ganja senilai Rp36 juta itu berhasil dicegat peredarannya untuk di Kota Tangerang.

Kapolres Metro Tangerang Kombes Pol Abdul Karim didampingi Kasatnarkoba AKBP R Bagoes Wibisono mengatakan, penangkapan kedua jaringan pengedar ganja ini berawal setelah Anggota Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) yang dipimpin langsung Kasatnarkoba AKBP R Bagoes Wibisono mencium adanya transaksi di Kawasan Serpong, Tangerang Selatan.

“Dari penyelidikan selama sepekan, anggota akhirnya mendapatkan satu nama RD dan kemudian dilakukan penangkapan,” kata Karim di Mapolres Metro Tangerang, Senin (8/7/2019).

Pria 23 tahun itu, dicokok petugas di rumahnya di Kawasan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu 30 Juni 2019. Dari dalam rumah sederhananya itu, polisi menyita 2,8 kilogram ganja kering siap edar.

“Dari pengembangan, ditangkap pula tersangka lainnya inisial AR di Kawasan yang sama, Ciseeng, Kabupaten Tangerang,” ujar Karim.

Dari tangan AR, diamankan barang bukti yang sama yakni ganja kering seberat 5,2 kilogram yang disimpan dalam lima paket besar dan 11 paket kecil siap edar. “Sehingga total barang bukti yang diamankan seberat 8 kilogram,” sambung Karim.

Dari informasi kedua pelaku yang yang berhasil diamankan, lanjut Karim, barang laknat ini dikendalikan oleh seseorang berinisial AM asal Lampung. Kapolres pun akhirnya menetapkan AM sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

AM diketahui melakukan pendistribusian daun haram tersebut melalui jalur darat. Setelah berhasil menyeberang, paket-paket ganja tersebut kemudian dibagi-bagikan ke para jaringannya di Kawasan Tangerang dan Jakarta.

“Kita lakukan pengembangan lagi dan ditemukan identitas AM, masih berstatus DPO dan AM ini domisilinya di Lampung. Pengangkutannya menggunakan transportasi darat diambil dari Lampung kemudian lewat darat sampai Jakarta baru dibagi-bagi,” tuturnya.

Diketahui para tersangka tersebut akan menjual ganja senilai Rp4 juta perkilogramnya. Meski begitu, lanjut Karim, kedua tersangka merupakan penghuni baru di sel tahanan Polres Metro Tangerang. lantaran belum pernah terciduk polisi sebelumnya.

Kini, RD dan AR telah mendekam di Polres Metro Tangerang untuk disangkakan dengan Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Keduanya dijatuhkan ancaman hukuman minimal enam tahun penjara atau maksimal 20 tahun penjara,” pungkasnya. (Yon)