Musnahkan Barang Bukti, Kapolres Jakut Belender Narkoba

0
82
Polres Jakarta Utara

BERITA JAKARTA – Jajaran Polres Metro Jakarta Utara memusnahkan sebanyak 16 kilogram sabu dan 1.300 butir pil ekstasi. Pemusnahan ini berdasarkan penetapan dari Kejaksaan dan Pengadilan Negeri setempat.

“Pada hari ini, kami dari Polres Metero Jakarta Utara bersama-sama dari Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri, Kodim, BNNK, perwakilan tokoh masyarakat dan tokoh agama, melaksanakan pemusnahan barang bukti narkoba yakni sabu seberat 16 Kg dan esktasi 1.300 butir,” terang Kapolres, Kombes Pol Budi Herdi Susianto didampingi Kasatnarkoba AKBP Aldo Ferdian dan Wakasat Narkoba, Kompol Didik Putra Kuncoro di Mapolres Jakarta Utara, Kamis (25/7/2019).

Dijelaskan Budi, sabu dan ekstasi yang dimusnahkan dari pengungkapan 3 kasus dengan 6 tersangka. Salah satu kasusnya adalah pengiriman paket sabu lintas negera melalui jasa pengiriman ekspedisi. “Jadi, kasusnya ada 3 kasus dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan terakhir. Tersangkanya ada 6,” ujarnya.

Jadi modusnya kata Budi, bermacam-macam, ada modusnya pengiriman ini antara negara dari Malaysia melalui Kalimantan Barat baru masuk Jakarta lewat ekspedisi di Kawasan Tanjung Priok Jakarta Utara. Ada juga yang sudah masuk wilayah kita, kemudian mereka melakukan transaksi di wilayah Jakarta Utara.

“Pemusanahannya kita blender dengan campuran cairan pembersih toilet. Pemusnahan sabu dan pil ekstasi ini dapat menyelamatkan sebanyak 81.300 jiwa manusia,” jelas Budi.

Perhitungannya lanjut Budi, kalau ada 16 Kg sabu berarti ada 16.000 gram. Kalau bicara satu orang itu mengkonsumsi, 100 gram untuk 5 orang, kalau dikalikan sekitar 80.000 jiwa yang bisa kita selamatkan. Belum lagi 1.300 pil ekstasi, bisa menyelamatkan 1.300 jiwa.

Para tersangka tambah Budi, diancam hukuman mati. Polres Metro Jakarta Utara pun akan terus mengembangkan kasus sabu asal Kalimantan Barat ini ke pengedali yang berada di dalam Lapas.

“Pasal primernya 114 Undang-Undang Narkotika dengan ancamana hukuman maksimal hukuman mati. Tetap ke atasnya kami masih kejar karena memang ada informasi dikendalikan dari napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Kalimantan Barat,” pungkas Budi.

Turut hadir dalam pemusnahan sabu dan ekstasi ini Dandim 0502 Jakarta Utara, Letkol Arm Arif Rahman, Kepala BNN Kota Jakarta Utara, AKBP Yuanita Amelia, perwakilan Puslabfor Mabes Polri, perwakilan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara dan perwakilan Pengadilan Negeri Jakarta Utara beserta tokoh agama dan tokoh pemuda. (Yon)