Kasus Dana Verstek Rp3,25 Miliar Dilimpahkan ke Penuntut Umum

0
17

BERITA SEMARANG – Mantan pegawai TU Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang atas nama Ardian Nur Cahyo yang diduga melakukan tindak pidana korupsi dana verstek dan tilang yang merugikan Negara Rp3,25 miliar, hari ini dilimpahkan dari penyidik ke penuntut umum.

Dirinya diduga melakukan tindak pidana korupsi seperti pada Pasal 2 dan 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Asisten Pidana Khusus Kejati Jateng, Dr Ketut Sumedana yang didampingi Kasi Penkum, Bambang Tejo menyatakan, tersangka dilimpahkan dari penyidik ke penuntut umum beserta barang bukti dan berkas perkara dengan kerugian Negara sebesar Rp3,25 miliar.

“Modusnya adalah tidak menyetorkan dana verstek dan tilang selama 3 tahun sejak 2015 hingga 2018 dengan total Rp3,25 miliar, yang sebelumnya disebutkan Rp2,8 miliar,” kata Sumedana di Kantor Kejati Jateng, Jumat (16/8/2019).

Menurutnya, kasus tersebut terungkap setelah adanya pemeriksaan internal dari Kejaksaan dan kemudian dilimpahkan kepada penyelidik pidana khusus. “Uang tersebut harusnya disetorkan ke kas negara dalam waktu 1×24 jam,” ujarnya.

Diketahui, Ardian Nur Cahyo sudah diberhentikan sebagai PNS dan ditahan sejak Mei 2019. Sedangkan uang hasil korupsi digunakan untuk kepentingan pribadi, yang hingga saat ini belum ada pengembalian

“Kasus ini sebagai intropeksi ke dalam, di mana dari hasil evaluasi akan disampaikan kepada seluruh jajaran Kejari di Jateng untuk tidak lagi menerima dana cash dari masyarakat. Namun nantinya masyarakat yang akan menyetorkan ke bank yang telah ditunjuk,” ungkapnya. (Nining)

Biro Semarang