Soal Ciparage, Beberapa Nelayan Dipaksa Laporan ke Polres Karawang

0
142
Nelayan Ciparage Karawang

BERITA KARAWANG – Buntut dari pelaporan nelayan Ciparage terkait dugaan penggelapan retrebusi hasil Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ciparage Karawang, Jawa Barat, beberapa nelayan mendapatkan tekanan untuk mau melaporkan rekan-rekannya ke Polres Karawang dengan tuduhan penyalahgunaan data pribadi berupa KTP sebagai dukungan gerakan melaporkan Koperasi Produksi Perikanan Laut (KPPL) Samudra Mulya (SM).

Informasi yang berhasil dihimpun beberapa nelayan itu yakni, WR, TK, UY, SH, SP dan DM yang mengaku dipaksa untuk melaporkan rekan-rekannya sendiri ke Polres Karawang dengan sangkaan perbuatan tidak menyenangkan karena sudah menyalahgunakan data pribadi berupa KTP sebagai bentuk dukungan pelaporan dugaan penggelapan yang terjadi di KPPL Samudra Mulya.

“Iya, mereka pada datang kerumah semalam ngaku bingung karena merasa kok jadi mau diadu dengan sesama nelayan. Disuruh laporannya hari ini,” terang HS kepada Beritaekspres.com, Selasa (27/8/2019).

Diakui HS, ketika itu memang data-data para nelayan diminta sebagai dukungan untuk mempertanyakan keberadaan dana penceklik sekaligus menutut transparansi kejelasan dalam pengelolaan keuangan Koperasi Samudra Mulya yang beranggotakan sebanyak 182 nelayan diwilayah Ciparage hingga sempat beberapa kali melakukan aksi.

“Jadi, sangat aneh kalo ada beberapa anggota nelayan tiba-tiba harus mengaku bahwa data mereka yang sempat diminta sebagai dukungan itu disalahgunakan. Sebab, proses perjalanan perjuangan nelayan ini cukup panjang kenapa baru sekarang bilang data mereka disalahgunakan,” sindir HS.

Logika sehatnya lanjut HS, kalau memang mereka merasa data-datanya disalahgunakan kenapa waktu gejolak awal ketika para nelayan menuntut kejelasan dalam pengelolaan Koperasi Samudra Mulya mereka ngak langsung protes dan menyatakan diri bahwa mereka tidak mendukung gerakan itu, kenapa baru sekarang berbalik mau menjebloskan saudara sendiri.

“Aneh kan, para nelayan udah rame nuntut dan melakukan beberapa kali aksi, kok baru sekarang merasa datanya disalahgunakan dan dipaksa suruh lapor ke Polres Karawang yang justru akan makin memperkeruh keadaan,” ungkapnya.

HS pun berpesan kepada para pengurus dan Ketua Koperasi Samudra Mulya kenapa harus galau dan berusaha dengan segala cara hingga mau mengadu antar nelayan. Kalau memang benar dalam pengelolaannya sebenarnya tidak ada masalah begitu juga dengan laporan para nelayan yang kini terus berusaha mencari kebenaran itu.

“Kalau memang benar, ngak usah gundah dan ngak perlu juga usaha dengan berbagai cara karena itu nantinya akan menambah keruh situasi dan keadaan. Para nelayan hanya menuntut kebenaran dan kejelasan terkait pengelolaan, termasuk laporan retrebusi yang berbeda jadi wajar para nelayan pertanyakan uangnya kemana?,” pungkas HS. (Indra)