DPP GWI, Bintang: Kasus Pencabulan Anak di Sragen Harus Berjalan     

0
167
Bintang Jaya Butarbutar

BERITA SRAGEN – Pupus sudah harapan seorang gadis sebut saja Melati (17) untuk menggapai sebuah impian masa depannya dan bergaul layaknya kaum milenial saat ini. Bagaimana tidak, kesucian Melati telah direnggut berulang kali disebuah tempat kos-kosan ketika Melati sedang dalam melaksanakan praktek kerja lapangan (PKL).

Menurut Bintang, selaku pendamping menuturkan, korban sudah berulang kali dipaksa melayani nafsu bejat pelaku, Reyhan bin Slamet, untuk melakukan hubungan badan layaknya suami istri hingga korban hamil 3 bulan atas perbuatannya itu.

“Dari pengakuan korban, karena khawatir malu orang tua pelaku Reyhan menawarkan sejumlah uang sebesar Rp50 juta hingga Rp100 juta dengan catatan permasalahan ini tidak muncul ke permukaan dan selesai ditempat,” terangnya kepada Beritaekspres.com, Rabu (28/8/2019).

Mendapat kabar itu lanjut Bintang, orang tua korban iba melihat keadaan anaknya hingga akhirnya manghubungi Tim GWI Jakarta untuk melakukan pendampingan hingga ke Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Polres Sragen, Jawa Tengah.

“Akhirnya, kita dampingi ke Unit PPA Polres Sragen dan diterima oleh Kanit PPA-nya, Iptu Sulardi. Kedatangan kita niat untuk mepalor, tapi Kanit tetap menyarankan diselesaikan secara kekeluargaan agar tidak mencuat kepermukaan,” ujarnya menirukan saran Kanit.

Bintang pun berharap, Polres Sragen tetap menjalankan proses hukum kepada pelaku, karena perbuatan pelaku sudah merusak masa depan korban yang kini tengah hamil 3 bulan yang hanya bisa mengurung diri dan sudah tidak bisa lagi bersekolah.

“Bukan hanya kesuciannya aja, tapi yang namanya hamil mana bisa dia melanjutkan sekolah lagi. Bergaulpun dia juga udah malu dengan tetangga dan teman-teman sebayanya,” pungkas Bintang. (Indra)