Usik KPPL Samudra Mulya, 6 Nelayan Ciparage Karawang Dipolisikan

0
206
Gary Gagarin Akbar

BERITA KARAWANG – Enam orang nelayan Ciparage Karawang kini harus berurusan dengan Polda Jawa Barat. Pasalnya, ke-enam nelayan yakni, Asmahulhusna, Ahmad Zaenudin, Agus, Cawa, Warmin dan Tardi, baru menerima surat panggilan Polda Jabar atas laporan Budianto Ketua Koperasi Produksi Perikanan Laut (KPPL) Samudra Mulya Ciparage, Karawang, Jawa Barat.

Kepada Beritaekspres.com, kuasa hukum nelayan, Gary Gagarin Akbar membenarkan adanya panggilan polisi dari Polda Jabar yang dilaporkan langsung Ketua KPPL Samudra Mulya, Budianto dengan sangkaan pemalsuan surat atau pemberitahuan palsu dan fitnah di Unit III Subdit I Ditreskrimum Polda Jabar pada Senin 2 Septemmber 2019 mendatang.

“Kalau kita prinsipnya taat hukum. Kalau memang begitu, kita akan memenuhi panggilan Polda Jabar, kita ngak akan lari namanya perjuangan pastilah bakal menghadapi berbagai masalah. Terlebih kita tangah menghadapi orang yang memiliki jabatan,” kata Gary, Rabu (28/8/2019).

Nelayan Ciparage

Karena sambung Gary, dari awal perjuangan nelayan yang ingin meminta kejelasan dana penceklik dan dana pesta laut hingga ditemukannya dugaan penggelapan retrebusi Tempat Pelelanggan Ikan (TPI) Ciparage sebagian para nelayan yang melawan memang sudah sering diancam akan dipolisikan pihak KPPL Samudra Mulya.

“Sebenarnya, dengan datangnya surat panggilan Polda Jabar ini, kita sudah ngak kaget karena memang begitu ancamannya. Sebelumnya, memang belum ada celah untuk itu, tapi ketika beberapa nelayan yang lemah berbalik arah ngak kuat ancaman kena disetir mereka lalu menjadi bahan pelaporan ke Polda Jabar,” jelas Gary.

Kemaren lanjut Gary, 3 orang nelayan juga digiring ke Polres Karawang dipaksa untuk membuat laporan polisi untuk melaporkan sesama nelayan. Dan beberapa nelayan lainnya pun masih terus diteror agar merapat ke kubu Budianto yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua 3 DPRD Karawang asal Partai Demokrat Karawang.

“Kasian para nelayan ini harus menghadapi orang kuat di Karawang. Mereka masukan laporan dugaan penggelapan retrebusi TPI di Polda Jabar, sekarang malah berbalik jadi terlapor di Polda Jabar. Semoga nasib para nelayan ini menjadi perhatian Negara,” pungkasnya. (Indra)