Kasus Korupsi Mesin Kapal, Penyidik Kejagung Periksa Dirut PT. Pioneer

0
119
Kejaksaan Agung RI

BERITA JAKARTA – Perkembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan mesin kapal perikanan pada Direktorat Kapal Perikanan dan Alat Penangkap Ikan di Kementerian Kelautan dan Perikanan RI tahun Anggaran 2016. 

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI, Mukri mengatakan, penyidik Pidsus Kejaksaan Agung telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi Direktur Utama PT. Pioneer, Richard Nyotokusumo dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan mesin kapal perikanan.

“Saksi Richard Nyotokusumo diperiksa terkait dengan pengadaan mesin kapal perikanan di Kementerian Kelautan dan Perikanan,” terang Mukri kepada Beritaekspres.com, Rabu (28/8/2019).

Dikatakan Mukri, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi ini, dimana pada tahun anggaran 2016 Direktorat Kapal Perikanan dan Alat Penangkap Ikan pada Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan RI telah dilaksanakan kegiatan pengadaan mesin kapal perikanan sejumlah 1.445 unit

“Pagu Anggaran sebesar Rp271.409.030.000 dimana terdapat 13 unit mesin kapal senilai Rp1.060.996.200 terpasang pada kapal yang belum selesai pembangunannya dan berada di galangan tanpa kontrak di tahun 2017,” jelas Mukri.

Akibat pembatalan kontrak kapal tambah Mukri, masih terdapat 13 unit mesin kapal senilai Rp1.060.996.200 yang ditahan pihak galangan dikarenakan mesin tersebut sudah dipasang pada kapal yang sedang dalam tahap pembangunan meskipun kontraknya telah dilakukan addendum pengurangan atas mesin yang telah terpasang tersebut.

“Namun pihak Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan RI tidak membuat perikatan dengan pihak galangan di tahun 2017. Selain itu, diduga ada mark up harga dalam pengadaan mesin kapal perikanan pada saat proses e-Katalog,” pungkasnya. (Bambang)