Diharapkan Mahasiswa Peserta Bench Marking Menjadi Penebar Kedamaian

0
54

BERITA SEMARANG – Jurnalisme sekarang penting dalam pengembangan masyarakat dan bangsa. Jurnalisme sekarang harus properdamaian, jauh dari berita dengan sentiment negative, berita bohong, dan kekerasan.

Hal itu disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Prof Dr. H. Imam Taufiq saat memberikan sambutan dalam bench marking mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo bekerja sama dengan Sekolah Jurnalistik PWI Jateng, di Gedung Pers Semarang, Rabu (25/9/2019).

Pihaknya berharap para mahasiswa peserta bench marking bisa menjadi penebar kedamaian. “Seperti yang kami lakukan pada saat wisuda, kami tegaskan para lulusan harus menjadi penebar kedamaian, tidak condong kepada tensi tinggi,” tandasnya.

Menurutnya, jurnalisme damai menghindarkan diri dari konflik dan menjauhkan diri dari kekerasan. “Yang dilakukan Dewan Pers dengan memberikan uji kompetensi bagi wartawan adalah upaya yang sangat baik, sebagai ikhtiar untuk menjadikan para wartawan paham bahwa kedamaian itu penting, dan itu disuarakan oleh para wartawan. Harap dipahami, bahwa penguasa di Indonesia itu wartawan,” ungkapnya

.Sementara itu, Ketua PWI Jateng, Amir Machmud NS menyatakan, jurnalisme maslahat itu penting. Jurnalisme harus memberikan kemaslahatan bagi masyarakat dan bangsa.

Terkait  jurnalisme damai, damai  itu untuk siapa.“Damai itu untuk cinta tanah air Indonesia, dengan menunjukkan bahwa jurnalisme itu antikorupsi, mendukung perdamaian, anti kekerasan dan semacamnya,” ujarnya.

Berkaitan dengan bench marking ini, Amir menyatakan, untuk kerja sama Sekolah Jurnalistik PWI Jateng dengan UIN mengadopsi Uji Kompetensi Wartawan. Sehingga para peserta sudah seperti mengikuti uji kompetensi wartawan dengan materi yang diadaptasi.

Dalam Bench marking kali ini diikuti 62 orang, dengan peminatan di bidang media cetak/online, radio, dan televise. (Nining)

Biro Semarang