Ini Kronologis Penusukan Menko Polhukam Wiranto

0
371

BERITA JAKARTAPolri membeberkan detik-detik peristiwa penyerangan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Jenderal Purn. Wiranto di Provinsi Banten yang terjadi sesaat usai Wiranto keluar dari mobil.

“Biasa kan ada pejabat minta salaman, sebagai pejabat beliau kan menyalami juga. Tapi, bagian pengamanan internal juga melakukan pengamanan,” terang Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (10/10/2019).

Namun sambung Dedi, dalam waktu yang relatif sangat singkat seseorang yang diduga pelaku itu tiba-tiba langsung menyerang dan melakukan penusukan benda tajam kepada beliau yang saat itu ada Kapolsek Menes, Kompol Dariyanto yang juga mengalami luka.

Dikatakan Dedi, peristiwa itu terjadi sangat cepat. Pelaku disebutnya kembali hendak melakukan penyerangan kedua setelah serangan pertama berhasil mengenai Wiranto.

Namun pada serangan kedua ini, pelaku tak mengenai Wiranto melainkan Kapolsek Menes Kompol Dariyanto yang ada di lokasi. Akibatnya, Dariyanto mengalami luka.

“Setelah serangan pertama, langsung mau nyerang lagi, pada saat mau nyerang itu kena Kapolsek pada saat Pak Wiranto mau diamankan, karena Kapolsek kebetulan dekat pelaku dan Pak Wiranto,” katanya.

Polisi lanjut Dedi, masih mendalami senjata tajam yang digunakan apakah pisau atau gunting. Saat ini ada dua orang yang sudah diamakan polisi dari peristiwa penyerangan itu.

“Kedua pelaku mendekat dengan senjata tajam masih kita dalami apa bentuk pisau atau gunting, tapi yang jelas sudah dipersiapkan pelaku,” ungkapnya.

Diungkapkan Dedi, saat ini kedua orang yakni SA dan FA sedang diperiksa oleh Polisi. Diduga pelaku penusukan terpapar paham radikal ISIS.

“Informasi yang saya dapat dari Kabid Humas pelaku diduga terpapar paham radikal ISIS. Masih kita dalami. Densus 88 juga masih mintain keterangan para tersangka,” ujar Dedi.

Polisi tambah Dedi, juga sedang mendalami apakah SA punya jaringan JAD. “Kita dalami SA memiliki jaringan JAD Cirebon atau JAD lain di Sumatera,” pungkasnya. (Yon)