Pemkot Bekasi Hapus Sanksi Administrasi Piutang PBB-P2

0
54
Pemkot Bekasi

BERITA BEKASI РUntuk mengenjot percepatan target penerimaan pajak, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memberlakukan penghapusan sanksi administrasi piutang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Kebijakan ini mulai diberlakukan pemerintah sejak 1 Oktober hingga 31 Desember 2019 mendatang.

Kebijakan itu sebagaimana diatur dalam Peraturan Walikota Bekasi No 103/2019 dan Keputusan Walikota Bekasi Nomor 973.7/Kep-386-Bapenda/IX/2019 tentang Penghapusan Sanksi Administrasi Piutang PBB-P2 Tahun 2019.

Dengan begitu, warga yang terlambat membayar pajak tidak dikenakan denda saat akan melakukan pembayaran.

“Penghapusan sanksi administrasi PBB ini berlaku selama tiga bulan, kebijakan ini untuk mengenjot pendapatan pajak dari sektor PBB,” ungkap Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bekasi, Aan Suhanda, Minggu (13/10/2019).

Menurut dia, penghapusan sanksi untuk percepatan target penerimaan dan penggalian potensi piutang pajak daerah.

Sebelum diberlakukan, kata dia, pemerintah telah menetapkan besaran saksi adminitrasi berupa bunga dan denda yang timbul akibat PBB-P2 terutang yang tidak terbayar, belum dibayar, atau terlambat dibayar dapat dihapuskan.

Pemberian penghapusan sanksi administrasi dilakukan dengan cara penyesuaian pada sistem Manajemen Informasi Objek Pajak (SISMIOP) PBB-P2.

Aan menjelaskan, lalu sebagai stimulus bagi wajib pajak untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak dalam hal tertib administrasi pembayaran dan adanya sifat kepentingan sosial kemanusiaan.

“Kebijakan ini dalam rangka percepatan target penerimaan di akhir tahun, jadi penghapusan sanksi administrasi berupa bunga dan denda dihapuskan,” ujarnya.

Sementara capaian PBB-P2 per 10 Oktober 2019 kemarin, sudah mencapai Rp445,6 miliar atau 74,31 persen. Angka ini setara dengan capaian pajak pada akhir Desember tahun 2018 lalu sebesar Rp417 miliar.

Sehingga, capaian PBB tahun ini sudah dibilang bagus sekali dibanding tahun 2018 di periode yang sama. Kemudian dari target Rp599 miliar pada posisi sekarang, realisasi hari ini sudah mencapai 74,31 persen atau Rp445,6 miliar.

Sedangkan pada tahun 2018 pada akhir Desember capaiannya diangka Rp417 miliar. “Saya berharap target penerimaan pajak terus meningkat ditambah pemberlakuan program penghapusan sanksi adminitrasi piutang,” pungkasnya. (Adv/Ndi)