Kepala Dinas Beri Upeti, Walikota Medan Dicokok KPK

0
13
Gedung KPK

BERITA JAKARTAPenyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penahanan terhadap Walikota Medan, Dzulmi Eldin (TDE) yang terlibat kasus dugaan suap.

Dalam kasus itu, Dzulmi, menerima suap total Rp330 juta yang diduga berasal dari Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Isa Ansyari (IAN).

“Setelah pelantikan, Isa Ansyari, Dzulmi Eldin diduga menerima sejumlah pemberian uang dari Isa sebesar sebesar Rp20 juta setiap bulan pada periode Maret-Juni 2019,” kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, Rabu (16/10/2019).

Setelah itu sambung Saut, pada tanggal 18 September 2019, Isa juga memberikan uang senilai Rp50 juta kepada Dzulmi. Eldin, menerima suap dari Isa secara bertahap.

Masih kata Saut, selain Rp20 juta dan Rp50 juta itu, Eldin juga menerima Rp250 juta, Rp200 juta digunakan untuk keperluan pribadi dan Rp50 juta diserahkan kepada ajudan Eldin, Andika yang kabur.

KPK juga mengungkapkan uang Rp200 juta yang dipakai Eldin saat perjalanan dinas ke Jepang. Uang itu, digunakan untuk membayar perpanjangan waktu tinggal Eldin selama 3 hari saat di Jepang bersama istri dan dua anaknya. (Yon)