Soal Limbah, PT. Prima Kemasindo Acuhkan Kedatangan Warga

0
1922
Warga Datangi PT. Prima Kemasindo

BERITA BEKASI – Warga bersama Karang Taruna (Katar) setempat tidak berhasil menemui pihak perusahaan PT. Prima Kemasindo (PK) beralamat Pangkalan VI, Jalan PP RT03/RW04, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, untuk mempertanyakan limbah yang mencemari lingkungan. Satpam perusahaan beralasan, HRD sedang tidak berada ditempat, Rabu (13/11/2019).

Menurut M. Sugeng, Sekretaris KSM LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Bantar Gebang, Kota Bekasi yang turut mendampingi warga mengatakan, pihak perusahaan sengaja tidak mau menerima kedatangan warga setempat yang menjadi korban limbah perusahaannya.

“Kenapa saya bilang sengaja? Karena niat warga bersama Karang Taruna setempat itu bukan baru hari ini, udah dari kemaren. Bahkan, kita sudah sempat datang ngisi buku tamu untuk meminta waktu ketemu membahas persoalan limbahnya,” tegas Sugeng.

Kalau memang sambung Sugeng, pihak perusahaan punya itikat baik dan peduli dengan warga sekitar, karena ada persoalan dampaknya limbahnya kepada warga, disanalah kesempatan mereka sebagai pihak perusahaan untuk menjelaskan kepada warga.

“Jangan cuma Satpam yang dipesanin untuk menyampaikan ke warga bahwa saluran limbah sudah ditutup dari kemaren-kemaren dan yang sekarang itu cuma air yang ngalir dari dalam, bukan limbah,” kata Sugeng menirukan pesan Satpam perusahaan.

Kalau memang begitu lanjut Sugeng, pihak perusahaan yang punya kedudukan penting di perusahaan itu yang menyampaikan langsung ke warga bukan Satpam dan itu harus dibuktikan tunjukan kepada warga buktinya kemana limbahnya itu sekarang dialirkan perusahaan.

“Jangan cuma ngomong lewat Satpam. Kalau memang limbahnya sudah ditutup dan yang mengalir itu hanya air buktikan dong!. Kemana limbah itu dialirkan atau ditampung tunjukan buktinya karena efeknya sekarang sudah dirasakan warga sekitar,” tegas Sugeng.

Sebelumnya, M. Sugeng menerima keluhan warga, RT01/RW03, Kelurahan Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Sukardi (56) karena air sumurnya tercemar limbah pabrik dan bingung mau melaporkan keadaan tersebut.

Setelah menemui Sukardi, Tim Investigasi LSM GMBI KSM Bantar Gebang mendatangi lokasi untuk mengambil sempel air karena mengeluarkan bau tak sedap berikut foto dan rekaman dilokasi dilingkungan perusahaan yang baru beroperasi selama dua tahun itu.

Tiba dilokasi, ternyata pabrik PT. Prima Kemasindo belum memiliki pembuangan limbah yang jelas, sehingga air limbah yang mengalir dari pabrik mengepol di folder air yang belum jadi, berjarak 100 meter dibelakang pabrik. Hasilnya, air hitam pekat berbau air sepiteng mulai mencemari air tanah warga sekitar. (Indra)