Dugaan Korupsi PT. WK, Dirut Jasa Marga Berpotensi Diperiksa KPK

0
273
Desi Arryani

BERITA JAKARTAKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Direktur Utama (Dirut) Jasa Marga, Desi Arryani sebagai saksi kasus dugaan korupsi pekerjaan fiktif dalam 14 proyek yang digarap PT. Waskita Karya (WK) untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Kepala Divisi II PT. Waskita Karya, Fathor Rachman, Kamis (21/11/2019).

Penyidik membutuhkan keterangan Desi dalam kapasitasnya sebagai mantan Kepala Divisi III PT. Waskita Karya (Persero) Tbk. Pemeriksaan ini, merupakan pemeriksaan perdana yang dijalani Desi. Dalam sejumlah pemanggilan pemeriksaan, Desi tidak hadir dengan berbagai alasan.

Tak tertutup kemungkinan, tim penyidik KPK bakal kembali memanggil dan memeriksa Desi untuk mengusut tuntas kasus korupsi terkait pekerjaan fiktif di tubuh PT. Waskita Karya. Pemeriksaan lanjutan ini tergantung kebutuhan penyidikan kasus yang ditaksir merugikan keuangan negara hingga Rp186 miliar tersebut.

“Saya belum dapat informasi lebih lanjut mengenai hal itu, apakah masih dibutuhkan pemeriksaan lanjutan besok misalnya atau minggu depan. Nanti saya akan informasikan,” kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (21/11/2019) malam.

Dalam pemeriksaan selama lebih dari delapan jam, tim penyidik mendalami peran dan pengetahuan Desi selaku Kepala Divisi III saat itu mengenai pekerjaan-pekerjaan subkontrak fiktif di 14 proyek yang digarap Waskita Karya. Diduga terdapat pekerjaan fiktif dalam proyek yang digarap Divisi III Waskita Karya saat dipimpin Desi.

“(Pekerjaan fiktif di Divisi III PT. Waskita Karya) itu salah satu poin yang kami dalami lebih lanjut ya,” katanya.

KPK menduga pekerjaan fiktif di Waskita Karya telah berlangsung lama. Untuk itu, pekerjaan subkontrak fiktif diduga juga terjadi di luar 14 proyek yang telah diidentifikasi sejauh ini. KPK memastikan bakal mendalami mengenai pekerjaan-pekerjaan fiktif lainnya tersebut.

“Ada setidaknya 14 proyek yang sudah kami identifikasi dan tidak tertutup kemungkinan lebih dari 14 proyek. Itu akan ditelusuri lebih lanjut sepanjang bukti-buktinya cukup,” katanya.

Dalam pemeriksaan hari ini, tim penyidik juga mencecar Desi mengenai proses terjadinya pekerjaan fiktif di PT. Waskita Karya. KPK menduga Desi mengetahui mengenai hal tersebut, meski berbeda divisi dengan Fathor Rachman yang kini telah menyandang status tersangka.

“Bagaimana alur, prosesnya karena ada keputusan, pertemuan, pembicaraan-pembicaraan dalam sebuah perusahaan termasuk BUMN itu dapat saja tidak melibatkan satu divisi saja. Juga dapat terkait atau diketahui pihak-pihak lain atau kepala divisi yang lain di perusahaan tersebut. Ini tentu menjadi poin yang kami dalami lebih lanjut dalam proses pemeriksaan ini,” pungkas Febri. (BR-1)

Sumber: Suara Pembaruan